ALFI Gandeng Bank Danamon Indonesia Untuk Percepat Smart Port & Smart Logistic

ALFI Gandeng Bank Danamon Indonesia Untuk Percepat Smart Port & Smart Logistic
Transportasi.co | Jakarta. Untuk mempercepat proses transaksi di sektor logistik, Asosiasi Logistik & Forwader Indonesia (ALFI) melakukan Memorandum of Understanding (MoU) Signing Ceremony dengan Bank Danamon Indonesia melalui Strategic Partnership For Logistic Port Solutions di Westin Hotel Jakarta, Selasa (29/1).

Ketua Umum ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi dalam sambutannya mengungkapkan seiring dengan pergeseran bisnis logistik dunia menuju era digital dan teknologi, sektor rantai pasok dan logistik juga memerlukan upaya pengembangan yang inovatif dan transformasi multi fungsi. Untuk itu, Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia terus mengadopsi teknologi digital di sektor ini.

Menurut Yukki, perkembangan teknologi digital untuk sektor industri termasuk upaya  mengoptimalkan rantai pasok masih jauh tertinggal dimana sampai saat ini cetak biru industri 3.0 saja belum rampung sementara negara lain sudah melangkah jauh lebih maju.
 

“Jepang baru saja merilis industri 5.0 sementara kita masih baru memulai era digital. ALFI terus mengadopsi kemajuan dunia maya dengan menerapkan Internet of Things (IoT) untuk platform smart Port dan smart logistic,”ungkap Yukki disela-sela MoU dengan Bank Danamon di Westin Hotel, Jakarta Selatan (29/1).

Sementara itu, Herman Savio, Treasury & Capital Market Head Bank Danamon Indonesia menjelaskan, untuk mendukung era digitalisasi di semua sektor sejak empat tahun lalu Bank Danamon terfokuskan untuk mendukung e-commerce.

Salah satu dukungan nyata yang dilakukan adalah masuk ekosistem pelaku seperti bekerja sama dengan Indonesia Logistics Community Service (ILCS).

“Bank Danamon Indonesia mengucapkan terimakasih atas kerja sama yang telah dilakukan. Kami akan mensuport anggota ALFI untuk mempercepat proses deliveri order. Kedepan terntunya banyak hal yang akan dilakukan untuk mempercepat proses transformasi digital, khususnya di sektor rantai pasok dan logistik,” pungkas Herman Savio. (DH)

 




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu