AP I Dukung Potensi Pariwisata NTT

AP I Dukung Potensi Pariwisata NTT
Transportasi | Mendukung pengembangan potensi pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), AP I mengadakan kegiatan Talkshow Collaborative Destination Development (CDD) bertema "Explore The Amazing Destination at East Nusa Tenggara" di Aston Hotel & Convention Center, Kupang, Selasa (11/12).

"Kota Kupang adalah gerbang utama bagi Nusa Tenggara Timur (NTT), baik dalam mendukung kegiatan ekspor-impor maupun sebagai hub pariwisata dimana konektivitas udaranya dikontribusi oleh penerbangan perintis intra 13 bandara. Per Desember 2018, setidaknya terdapat 258 penerbangan per minggu (outbound) dari Kupang dengan kapasitas sebesar 24.255 kursi," ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi.

Sebelumnya, demi mendukung target wisatawan serta peningkatan trafik pesawat dari dan munuju Kupang melalui Bandara El-Tari, AP I memberikan insentif full berupa bebas biaya landing fee kepada maskapai yang membuka rute  baru selama 6 bulan serta bebas biaya promosi di bandara selama 1 bulan. Insentif full biaya landing fee juga diberikan kepada maskapai yang membuka rute baru di Bandara Pattimura Ambon dan Bandara Frans Kaisiepo Biak.

“Diperlukan kerjasama dan sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, agen perjalanan wisata, maskapai penerbangan, stakeholders terkait serta Angkasa Pura I sebagai operator bandara untuk bersama-sama melakukan pengembangan potensi dan promosi destinasi wisata NTT. Kami berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus pada pengembangan daerah ini. Kami berharap upaya yang kami lakukan ini dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata di NTT,” tambah Faik.

Provinsi NTT merupakan kawasan pariwisata baru yang muncul seiring dengan meningkatnya popularitas Pulau Komodo, Danau Kelimutu di Ende, dan juga beberapa destinasi pantai lainnya. Adapun jumlah Wisatawan domestik di wilayah NTT masih didominasi oleh Kota Kupang sebesar 50%, sementara wisatawan mancanegara (wisman) dikontribusi oleh Kabupaten Manggarai Barat (Labuan Bajo) sebesar 62%, Ende 8%, Sikka (Maumere) 8%, dan Kota Kupang 7%.

Berdasarkan data Balai Taman Nasional Komodo, kunjungan wisman Januari-Agustus 2018 mayoritas dikontribusi oleh wisatawan asal Australia (8.100 orang). Diikuti wisman dari Inggris (7,300 wisatawan), Spanyol (6.900), Jerman (6.400), dan Amerika Serikat (6.000).

 “Apabila terdapat penerbangan langsung dari Kupang menuju Australia, wisatawan Australia dapat terbang lebih dekat ke Komodo dan kawasan NTT dibandingkan harus transit di Bali. Atau wisatawan Australia tersebut dapat tiba di NTT melalui Kupang, kemudian mengeksplor kawasan NTT dengan regional flights yang tersedia dan pulang kembali ke negaranya dari Bali,” imbuh Faik Fahmi. (MAH)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu