APDI Lantik Instruktur Pilot Drone Terstandarisasi

APDI Lantik Instruktur Pilot Drone Terstandarisasi
Transportasi.co | Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI), terus mengembangkan dan meningkatkan safety flight bagi para anggotanya. Salah satu langkah yang diambil organisasi penghobi dan pecinta drone ini, melakukan standarisasi untuk Instruktur Pilot Drone pertama kalinya.
 

Pelaksanaan pelatihan dan pembekalan Instruktur APDI, dimulai pada tanggal 26 Januari hingga 9 Februari 2019. Setelah melewati tahapan tersebut, akhirnya sebanyak 20 orang dikukuhkan sebagai instruktur APDI, yang nantinya berhak melakukan test untuk para pilot drone di Indonesia, di Auditorium Universitas Gunadarma TB Simatupang, Jakarta, Minggu (10/2/2019). Dalam acara tersebut, tampak hadir Meddy Yogastoro (DKPPU), Yuli  Asnanto (DNP), Ketua APDI Akbar Marwan , Pembina APDI Rahmad Darmawan, dan para anggota APDI.

Akbar Marwan, selaku Ketua APDI, kepada Transportasi Indonesia mengatakan, rangkaian kegiatan Standarisasi Instruktur meruakan bagian dari rangkaian pembinaan organisasi, khususnya bagi para instruktur dari sisi standarisasi materi dan kapabilitas dalam kerangka Penyusunan Instruktur APDI. “Hal ini untuk mempermudah implementasi pembinaan dan sosialisasi teknis penerbangan PTTA kecil di daerah yang tersebar di ibukoya provinsi (regional APDI) serta komunitas atau instansi yang bekerjasama dengan APDI,” jelas Akbar, di sela-sela acara tersebut, di Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Lanjut dia, standarisasi instruktur pilot drone dilakukan dalam 2 tahap, yaitu tanggal 26 Januari dan 9 Februari 2019. Beragam materi yang disampaikan dalam standarisasi instruktur APDI, yaitu RPAS Manual dan scenario penerbangan (low risk up to increased risk); pengenalan framework, ICAO, CASA, JARUS (SORA standard scenarios); regulasi PM 163, PM 47, PM 180, PM 78, dan PP 4; workshop petunjuk pelaksanaan penerbangan PTTA; safety assessment, ethic, preflight; standar penilian pre-flight; serta komitmen sebagai instruktur APDI.

“APDI senantiasa menggiring anggotanya untuk melaksanakan tujuan pendirian asosiasi, yakni pembinaan ketrampilan secara kontinu dan sertifikasinya, melakukan kontribusi CSR untuk pariwisata dan penanganan bencana dan kelak sebagai asosiasi yang dirujuk oleh pemerintah untuk meregulasi pilot dan penggunaan wahana terbang tanpa awak ini,” tandas Akbar. (TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu