Asian Games 2018 Usai, Ganjil Genap Masih Berlaku

Asian Games 2018 Usai, Ganjil Genap Masih Berlaku
Transportasi | Pagelaran olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018 yang dilangsungkan di Jakarta dan Palembang memang telah usai dengan ditutupnya rangkaian acara tersebut pada 2 September 2018, kemarin. Namun, selain euforia yang masih terasa, ada hal lain yang masih tertinggal dari momen ini.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 92 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap Menjelang dan Selama Penyelenggaraan Asian Para Games 2018 yang ditandatangani pada 31 Agustus 2018, pelaksanaan sistem ganjil genap masih akan diberlakukan.

Aturan perpanjangan sistem ganjil genap ini dibuat berdasarkan evaluasi pelaksanaan sistem tersebut selama Asian Games 2018. Hasilnya berdampak pada peningkatan efisiensi dan efektivitas penggunaan ruang jalan dan pengendalian lalu lintas jalan.

Perluasan sistem ganjil genap ini akan tetap diberlakukan hingga 13 Oktober 2018. Ini demi mendukung perhelatan Asian Paralympics Games 2018 yang akan dilaksanakan di Jakarta pada 6-13 Oktober 2018.

Meski aturan ini masih diberlakukan, ada beberapa perubahan.  Ada beberapa rute ganjil genap yang tidak diteruskan kali ini, yaitu Jalan Metro Pondok Indah dan Jalan Benyamin Sueb. Namun, pada pelaksanaan Asian Paralympics Games 2018, Jalan Benyamin Sueb akan terdampak sistem ini kembali lantaran berada di wilayah wisma atlet.

"Ada beberapa rute ganjil genap yang tidak diteruskan yaitu Jalan Metro Pondok Indah karena di sana tidak akan ada Asian Paralympic Games," ujar Anies Basweda, Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, (31/8/2018).

Sistem ganjil genap ini masih diberlakukan dari pukul 06.00 hingga 21.00 WIB. Namun, berbeda dari sistem sebelumnya yang berlaku setiap hari, sistem ini tidak diberlakukan pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Perpanjangan ganjil genap ini menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat. Salah satunya Nanda, warga Pamulang yang sehari-harinya beraktivitas di Jakarta Selatan. “Pemberlakuan ganjil genap ini bagus, enak jadi mengurangi kemacetan. Tapi, ada orang-orang di sekitar saya yang justru ingin membeli mobil lagi, dari pada berpindah ke transportasi umum.” ungkapnya.

Terlepas dari pro dan kontra masyarakat, penerapan ganjil genap selama sebulan kemarin nyatanya memberikan dampak positif. Ini diungkapkan Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko, yang menyatakan telah terjadi penurunan tingkat kemacetan, penurunan kecelakaan, peningkatan pengguna transportasi umum, dan peningkatan kualitas udara selama penerapan system.

"Kecepatan rata-rata di koridor ganjil-genap mengalami peningkatan sebesar 37 persen, waktu tempuh rata-rata di koridor ganjil-genap mengalami penurunan 23 persen," kata Sigit dalam focus group discussion (FGD) di Jakarta Pusat.

“Kecepatan rata-rata di 41 koridor atau 106 jalan prioritas DKI Jakarta mengalami peningkatan sebesar 26 persen. Untuk kecelakaan lalu lintas, fatalitas turun 20 persen. Sementara itu, pelanggar ganjil-genap turun 10 persen. Untuk pengguna transportasi umum, penumpang transjakarta naik 40 persen. Penumpang PPD naik 29 persen dan penumpang Bus Sinar Jaya naik 6 persen,” jelasnya.

Sementara itu, system ini juga berdampak positif bagi lingkungan. ”Peningkatan kualitas udara di Bundaran Hotel Indonesia, terjadi penurunan konsentrasi CO sebesar 1,7 persen, konsentrasi NO turun sebesar 14,7 persen, dan konsentrasi THC turun sebesar 1,37 persen. Begitu pula di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara, penurunan konsentrasi CO sebesar 1,15 persen, NO turun 7,03 persen, dan NO2 turun 2,01 persen,” ungkapnya. (MAH)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu