Autonomous Vehicle (AV) Akan Diadopsi Untuk Ibu Kota Baru Indonesia

Autonomous Vehicle (AV) Akan Diadopsi Untuk Ibu Kota Baru Indonesia
Transportasi.co | Pemerintah telah resmi mengumumkan bahwa ibu kota akan dipindah dari Jakarta ke Kalimantan. Pemindahan tersebut rencananya akan dimulai pada 2021 mendatang. Rencana pemindahan Ibu Kota Baru membawa peluang bagi para profesional untuk mengeksplorasi kemungkinan baru untuk mengatasi masalah dari ibu kota Indonesia saat ini yakni Jakarta.

Salah satunya melalui kolaborasi antara BPPT Dan Kementerian Perhubungan dalam mengembangkan Autonomous Vehicle (AV) untuk Ibu Kota Baru. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, pengembanan AV tersebut sesuai arahan Presiden pada rapat terbatas 15 Januari 2020 lalu mengenai persiapan pemindahan ibu kota untuk masa depan.

Bahwa sektor transportasi perlu menerapkan teknologi kendaraan otonom berbasis listrik. Nantinya, mobilitas masa depan dengan teknologi kendaraan listrik otonom perlu diterapkan sebagai bagian dari sistem transportasi massa dan pengumpan, kata Menteri Budi diacara webinar dengan tema How Will Autonomous Vehicle Transform Our New Capital (05/09).

Dikatakan Budi, saat ini pihaknya Bersama Kementerian Riset Teknoligi/BRIN tengah mengkaji kesiapan sistem kendaraan listrik otonom baik dari segi desain, infrastruktur, dan kebijakan. Selain itu, Pemerintah juga menyambut baik masukan dari kalangan akademisi, industri, dan praktisi untuk merancang sistem kendaraan listrik otonom yang andal untuk ibu kota, jelasnya.

Sementara Kepala BPPT Hammam Riza menyebut, salah satu ide yang cukup terkenal adalah tentang penerapan sistem Autonomous Vehicle (AV) untuk angkutan umum di Ibu Kota Baru Indonesia dalam upaya mengatasi kemacetan yang selama ini menjadi salah satu permasalahan kota Jakarta yang paling terkenal.

Lebih lanjut dituturkan Hammam, dalam menerapkan sebuah teknologi baru, perlu adanya kajian untuk mengetahui AV tersebut, ekosistem seperti apa yang harus disiapkan agar AV tersebut dapat beroperasi dan bermanfaat sebagaimana yang kita harapkan.

Komunikasi dan konektivitas merupakan infrastruktur terpenting dalam mengimplementasikan teknologi AV. Menurutnya, Indonesia harus terlebih dahulu memiliki teknologi dan industri AV untuk memungkinkan percepatan perkembangan teknologi AV.

Kita sudah berada di jalur yang benar dengan memasuki era AV, meski masih banyak perbaikan infrastruktur yang perlu dilakukan sebelum AV dapat berjalan di jalanan Indonesia, ujarnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang harus dipersiapkan bila akan menerapkan teknologi AV di Ibukota baru atau di wilayah Indonesia lainnya. Khususnya bagaimana ekosistem AV harus dibangun sehingga sistem bisa berjalan lebih maksimal dalam mencapai tujuannya, pungkas Hammam. (TS)

 



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu