Bangun Ekosistem KBL, BPPT Gelar Workshop Bisnis SPKLU

Bangun Ekosistem KBL, BPPT Gelar Workshop Bisnis SPKLU
Transportasi | Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus berkomitmen untuk mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik (KBL). Menyusul instalasi sistem pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di kantor BPPT Thamrin, Jakarta dan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, dan gelaran ajang pameran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di medio September lalu, melalui Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT,  kembali mengakselerasi program KBL dengan menggelar workshop model bisnis SPKLU, di BPPT Thamrin, Jakarta, Senin (25/11).

Mohammad Mustafa Sarinanto, Kepala B2TKE,  kepada para awak media mengatakan, upaya ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang SPKLU. "BPPT menyelenggarakan workshop tentang berbagai aspek dan sudut pandang terhadap sistem pengisian kendaraan listrik menuju ke pembangunan ekosistem KBL yang kondisif di Indonesia," jelas Mohammad, di sela acara tersebut.

Meskipun, lanjut dia, penerapan KBL yang telah dilakukan d8 berbagai negara dapat menjadi referensi, namun situasi khas Indonesia, seperti masih banyaknya yang tinggal di rumah tapak yang memungkinkan untuk pengisian KBL di rumah sendiri dan maraknya penggunaan roda dua. "Potensi ini yang membuat situasi penerapan dan model bisnis KBL menjadi berbeda, antara Indonesia dengan negara lain," kata dia.

Dia mengharapkan workshop ini akan menjadi bahan rekomendasi bagi berbagai kalangan dengan mendapatkan masukan dan pemikiran strategis yang relevan. "Sehingga menjadi basis rancangan alternatif model bisnis SPKLU dan benchmarking berbagai kemungkinan situasi penerapannya," imbuh Mohammad.

Sebagai informasi, workshop ini menghadirkan beberapa perusahaan terkait KBL, yaitu pengembang perangkat SPKLU (PT PLN dan PT Len Industri); perusahaan penyedia transportasi umum (Gojek, Grab, Blue Bird, dan TransJakarta); BUMN penyedia SPKLU (PT Pos Indonesia, PT Jasamarga, PT Pertamina, dan PT Angkasa Pura); Private sector SPKLU (PT Jaya Ancol, BCA, dan Lippo Mall); Pordusen KBL (Nissan, BMW, DFSK, Mitsubishi, Hyundai, Tesla, MAB, dan Gesits); Fintech (Gopay dan DANA); Lembaga pemerintah (Kemenkomar, Kemenperin, dan Kemenristek); Produsen baterai (UNS dan PT Pertamina); dan Layanan & Apps (Elnusa). (TS)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu