BPPT Makin Serius Wujudkan SPKLU

BPPT Makin Serius Wujudkan SPKLU
Transportasi | Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus berakselerasi dalam mewujudkan sistem pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Tidak hanya teknologinya saja yang menjadi kajian,tetapi juga model bisnis yang akan diterapkan.

BPPT dan Pertamina mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta pada Kamis, 16 Januari 2020. Dalam FGD itu mengundang seluruh elemen baik dari regulator maupun perusahaan otomotif dan kelistrikan untuk membahas standardisasi dan bisnis model SPKLU dan KBL.

Deputi BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material, Eniya Listiani Dewi menjelaskan, BPPT sedang mencari model bisnis seperti apa yang tepat untuk SPKLU. Untuk Feasability Study penempatan SPKLU dilakukan PT PLN. Sementara itu, Pertamina melihat model bisnisnya  apakah dengan sistem swap betarai atau ada yang lain, karena Pertamina berkeinginan memproduksi baterai untuk KBL.

“Pertamina selain ingin bisnis baterai, juga ingin mengarah ke bisnis SPKLU. Kelebihan dari Pertamina yaitu  telah mempunyai fasilitas tempatnya seperti SPBU yang nantinya bisa ditempatkan di sana mesin SPKLUnya,” ucap Eniya.

Di samping itu, BPPT sedang mengupayakan adanya SPKLU Ultra fast charging di mana pengisian daya untuk kendaraan listrik tidak membutuhkan waktu lama. Menurutnya, adanya Ultra fast charging sangat dibutuhkan masyarakat. Dengan begitu, implementasi kendaraan bermotor listrik di Indonesia akan cepat terwujud.

“Saat ini SPKLU yang menggunakan Ultra fast charging masih sedikit. Teknologi ini baru ada di kantor BPPT dan kantor PLN Disjaya. Menggunakan  Ultra fast charging pengisian daya  hanya butuh 30 menit, di luar itu bisa berjam-jam pengecasannya,” ungkapnya.

BPPT mendorong para produsen mesin SPKLU seperti PT LEN untuk menciptakan pengisian daya yang cepat, sembari meningkatkan lokal kontennya pada mesin tersebut. Untuk saat ini investasi untuk satu Ultra fast charging sebesar Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar.

“Dari FGD ini saya Tim BPPT bisa berdiskusi dengan PT LEN untuk memproduksi mesin SPKLU dan Juni bisa melakukan tender ke PLN,” tutupnya. (CR)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu