Bravo, MLI Terus Bertekad Jadi Media Referensi Bagi Kelistrikan dan Energi

Bravo, MLI Terus Bertekad Jadi Media Referensi Bagi Kelistrikan dan Energi
Transportasi | Majalah Listrik Indonesia (MLI), genap memasuki usia ke-9 tahun. Sejak pertama kali dihadirkan, MLI terus memberikan warna tersendiri bagi perkembangan dunia kelistrikan dan energi di Indonesia. Bahkan, saat ini, MTI telah menjadi salah satu media referensi bagi industri kelistrikan dan energi di Tanah Air.

Keberhasilan MLI diperoleh melalui proses panjang dan teruji waktu dengan menyajikan beragam berita yang aktual, faktual, dan tanpa meninggalkan sisi edukasi. Sehingga kepercayaan publik semakin tumbuh kepada MLI sebagai media yang memiliki kompetensi dalam melakukan pemberitaan di sektor kelistrikan dan enegri.

Menurut Pemimpin Redaksi Majalah Listrik Indonesia (MLI) Bahar Yahya, kami bertekad untuk menghadirkan media dengan segmen pemberitaan yang berbeda di seputar sektir kleistrikan. “Saat itu, terbersitlah nama Listrik Indonesia, yang mengupas pemberitaan di seputar sektor kelistrikan. Termasuk para pelaku bisnis dan industri pendukungnya," jelas Bahar, di kantornya di bilangan Kemanggisan Ilir, Jakarta Barat, Kamis (15/02).

Lebih lanjut Bahar mengatakan, MLI akan terus berkomitmen agar majalah ini dapat mengakomodasi para pelaku dunia usaha di sektor ketenagalistrikan. "Kami tidak menginginkan MLI terkesan majalah PLN. Tapi MLI  adalah media atau majalah khusus untuk listrik, yang mengupas berita dari para pelaku industri kelistrikan dan energy,” tegas dia.

Perjuangkan untuk mencapai angka sembilan (9 tahun) bukan perkara mudah, tantangan dan rintangan selalu kita hadapi bersama. "Harapan saya dapat memberikan nilai positif kepada para pelaku dunia bisnis, pemerintah, masyarakat, dan lainnya, sehingga majalah Listrik Indonesia ini menjadi lebih baik dan berguna di masa yang akan datang," ujar dia.

Bahkan, lanjut Bahar, dalam menghadapi persaingan dunia usaha pihaknya sudah merancang beberapa strategi, agar tidak tergerus zaman. Listrik Indonesia akan terus berinovasi, salah satunya seperti penggunaan bahasa. Pada saatnya, bisa saja Listrik Indonesia terbit bilingual (Indonesia dan Inggris). "Mulai 2019, kita sudah mulai berubah menggunakan bahasa Inggris, karena kebanyakan dari pelaku yang bermain disektor kelistrikan merupakan investor asing," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Irwan Rachman, Promotion Director, sebelum terbitnya MLI edisi pertamanya pada tahun 2009 lalu, pihaknya terlebih dahulu mempelajari pangsa pasar dan strategi bisnis media. “Dahulu,  kami bergerilya door to door menawarkan konsep MLI ke perusahaan milik Pemerintah maupun swasta. Alhasil, perusahaan-perusahaan tersebut mulai percaya dengan majalah MLI, sebagai referensi media yang berkompeten dibidang kelistrikan sekaligus membuka peluang usaha mereka,” ujar Irwan.

Dalam perkembangan bisnis MLI, konsep ini kembali ditawarkan ke pelaku usaha yang mendukung pembangunan sektor kelistrikan dan energi. Salah satu langkah yang diambil MLI yang berada di dibawah naungan PT Murtila Promosindo menghadirkan ajang pameran yang disajikan secara elegan, ditambah acara simposium yang diperkenankan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan kegiatan usahanya yang terbagi dalam beberapa kategori. “Pada 2010 kami buat pameran kelistrikan, dan pameran paling prestigious yaitu IBEA (Indonesia Best Electricity Award) dari sinilah kami membangun jalinan kemitraan,” ucapnya.

Di hari jadi majalah Listrik Indonesia, secara rutin manajemen menggelar syukuran dengan memberikan santunan kepada anak yatim-piatu dan dhuafa dari Yayasan Kemanggisan, serta mengundang masyarakat sekitar. (TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu