Inovasi
Trending

Budi Luhur Serius Kembangkan Kendaraan Listrik

Budi Luhur Serius Kembangkan Kendaraan Listrik
Dok. Pusat Kajian Kendaraan LIstrik Univ. Budi Luhur

Transportasi.co| Laju kendaraan listrik atau electric vehicle di Indonesia masih banyak menghadapi tantangan. Pembangunan dan pengembangn infrastruktur dan ekosistem kendaraan listrik belum berjalan smooth. Perlu kolaborasi apik dari seluruh pihak untuk mendorong percepatan program kendaraan listrik nasional, termasuk dari perguruan tinggi. Transportasi.co mencatat  ada sekitar 14 perguruan tinggi yang saat ini mengembangkan kendaraan listrik.

Menurut Sujono dari Pusat Studi Kendaraan Listrik Universitas Budi Luhur, pihaknya saat ini terus mengembangkan protipe kendaraan listrik; baik dalam bentuk motor maupun mobil. Untuk mobil, Pusat Studi Kendaraan Listrik Universitas Budi Luhur sudah menghasilkan kendaraan yang diberi nama BLITS, yang merupakan mobil listrik yang diproduksi atas kerja sama Universitas Budi Luhur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Hebatnya, test drive itu dilakukan dalam jarak yang jauh, dari Surabaya-Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada 2018 lalu.

“Awalnya itu justru kami ingin mengembangkan mobil offroad listrik, lalu berlanjut kami ada kerja sama awal antara Budi Luhur dan ITS dengan membangun BLITS. Inilah mobil listrik yang pertama kali kita pelajari,” ungkap Jono saat ditemui Transportasi.co.

Selanjutnya, kata Jono, pihaknya pada tahun 2019 berkolaborasi dengan LIPI untuk merilis NeoBlits (mobil listrik). “Ini unit kedua mobil listrik yang kami luncurkan. Tapi secara spesifikasi BLITS dimodifikasi saja,” terang Jono yang juga tercatat sebagai Dosen Elektro Universitas Budi Luhur.

Selain meluncurkan prototipe mobil listrik, Pusat Kajian Kendaraan Listrik Universitas Budi Luhur juga juga merilis prototipe motor listrik. “Saat itu sedang pandemi Covid-19, untuk mengisi kekosongan, kami memodifikasi motor listrik. Karena kami basic-nya adalah electrical engineering, akhirnya kami fokus pada electrical-nya,” terang Jono .

Alhasil baterai motor listrik yang semula hanya mampu menempuh sekitar 40 Km, setelah dimodifikasi mampu menempuh jarak hingga 60 Km. Belakangan, Jono dan tim juga mengembangkan motor listrik cargo. “Cita-citanya motor itu kita modif jadi untuk delivery barang, jadi lebih ke kargo. Motor itu kami kasih nama Budi Luhur Cargo Electric Vehicle,” ujarnya. 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button