Catat, Aturan Ganjil Genap Diperpanjang

Catat, Aturan Ganjil Genap Diperpanjang
Transportasi | Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang masa berlaku sistem ganjil genap. Bedanya adalah saat ini ganjil genap tidak lagi berlaku selama 15 jam, melainkan pada jam-jam tertentu saja.
 

Sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor106 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas Dengan Sistem Ganjil Genap, dikutipdari laman seva.id, pada pagi hari, ganjil genap akan berlaku mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan 10.00 WIB. Sedangkan di sore hari, ganjil genap mulai berlaku pada pukul 18.00 WIB – 20.00 WIB.

Perpanjangan sistem pembatasan lalu lintas ganjil genap akan mulai diberlakukan mulai tanggal 15 Oktober hingga 31 Desember 2018. Namun, sistem ganjil genap tidak diberlakukan pada persimpangan tol terdekat, di pintu masuk dan keluar tol jalan yang terdapat sistem ganjil genap. Artinya, walaupun kendaraan tidak dapat melintas di jalur ganjil genap, tetapi tetap diperbolehkan melewati jika memiliki keperluan untuk masuk dan keluar tol sampai atau dari persimpangan tol terdekat.

Kebijakan tersebut tertuang di dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 106 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap Pasal 1 ayat 3.Sistem ganjil genap juga tidak akan berlaku pada hari Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden.

Perpanjangan masa berlaku sistem ganjil genap juga diikuti oleh pengurangan rutenya. Jika sebelumnya Jalan Benyamin Sueb dan Jalan Metro Pondok Indah terkena sistem ganjil genap, sekarang sudah tidak lagi. Lalu, jika sebelumnya beberapa pintu tol di area Jabodetabek juga memberlakukan sistem ganjil genap, saat ini sudah tidak lagi.

Ruas jalan yang diberlakukan ganjil genap adalah Jalan Medan Merdeka Barat, MH. Thamrin, Jenderal Sudirman, Jenderal S. Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya hingga Jalan KS. Tubun), Jalan Gatot Subroto, H. R. Rasuna Said, Jenderal MT. Haryono, Jenderal D. I. Panjaitan, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani. (AM/TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu