Catat, Ruas Tol Jakarta-Tangerang dan Jagorawi Akan Berlaku Ganjil Genap

Catat, Ruas Tol Jakarta-Tangerang dan Jagorawi Akan Berlaku Ganjil Genap
Transportasi | Rekayasan lalu lintas di jalan tol Jakarta – Cikampek (Japek) oleh Badan Penyelenggara Transportasi Jabodetabek (BPTJ) diklaim sukses menekan angka kemacetan. BPTJ pun akan menerapkan kebijakan serupa di ruas jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan Jakarta – Tangerang.

 

“Keberhasilan pengaturan di ruas jalan Tol Jakarta – Bekasi dengan pola ganjil genap dan pengaturan jam-jam tertentu untuk kendaraan barang nantinya juga akan kami terapkan diruas Tol Jagorawi dan Jakarta – Tangerang,” kata Kepala BPTJ Bambang Prihantono di Jakarta, Kamis (4/4/2018).

 

Bambang mengatakan, rekayasa lalu lintas di Tol Jagorawi akan menggunakan dua konsep yakni, jalur khusus bus dan ganjil genap. “Jalur khusus bus akan diterapkan dari Bogor sampai Pasar Rebo, Jakarta. Sedangkan sistem ganjil genap akan diterapkan pada ruas Tol Cibubur ke Jakarta,” kata Bambang.

 

Uji coba di kedua ruas jalan tol tersebut akan dilakukan pada 16 April 2018, dan diharapkan kebijakan tersebut akan mulai diimplementasikan pada awal Mei 2018. Berlaku mulai pukul 06.00 – 09.00 WIB. “Kami sedang menyiapkan Peraturan Menteri Perhubungannya. Mudah-mudahan pada pertengahan bulan April ini sudah bisa melakukan uji coba,” tutur Bambang

 

Dijelaskan oleh Bambang, berdasarkan hasil kajian dan analisis yang dilakukan, paket kebijakan yang akan diterapkan di ruas tol jagorawi adalah  penerapan skema ganjil genap di pintu tol Cibubur 2 arah Jakarta, penerapan lajur khusus angkutan umum (LKAU) dari Bogor  Pasar Rebo, serta pengembangan rute bus premium (JR Connection) di beberapa lokasi perumahan.

 

Penerapan skema ganjil genap ditujukan pada mobil penumpang pribadi dan tidak berlaku pada mobil pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia, mobil pimpinan dan pejabat negara asing serta Lembaga Internasional, mobil angkutan umum (plat kuning), mobil dinas pemerintah, ambulance, dan mobil pemadam kebakaran.

 

Sementara itu beberapa lokasi pemukiman yang akan menjadi sasaran pengembangan Bus Premium (JR Connection) diantaranya adalah Legenda Wisata, Citra Grand, Cibubur Country, MetlandTransyogi dan Cibubur Residence. Sejumlah operator seperti Mayasari Bakti dan Blue Bird siap mendukung program tersebut.

 

Seperti halnya yang  sudah berjalan di ruas tol Jakarta Cikampek kebijakan ini berlaku setiap hari Senin-Jumat pukul 06.00 WIB s/d 09.00 WIB, kecuali hari libur.  Kebijakan pembatasan kendaraan angkutan berat yang menjadi bagian dari paket kebijakan di ruas tol Jakarta  Cikampek, tidak diberlakukan di ruas tol Jagorawi mengingat lalu lintas kendaraan angkutan berat di ruas tol Jagorawi tidak sepadat di ruas tol Jakarta Cikampek.

 

Berdasarkan kajian, kebijakan yang lebih tepat untuk diadopsi di ruas tol Jagorawi adalah pembuatan jalur khusus bus dan skema ganjil genap di ruas Tol Jagorawi, karena volume kendaraan golongan III, IV dan V sangat kecil. Jalur khusus bus yang dibuat akan memudahkan laju bus dari Bogor menuju DKI Jakarta.

 

‘’Kita ingin masyarakat menggunakan angkutan umum menuju tempat kerjanya di Jakarta,’’ ujar Bambang Prihartono Kepala BPTJ. Daerah tujuan yang padat menurut hasil survey adalah Jl Sudirman, Jl Rasuna Said Kuningan, Jl TB Simatupang, Kepala Gading dan Jl MH Thamrin.

 

Sementara itu hasil kajian dan analisis di ruas tol Jakarta  Tangerang menunjukkan pemberlakuan skema ganjil genap bagi mobil penumpang pribadi, kemungkinan besar akan diberlakukan di Pintu Tol Kunciran 2 arah Jakarta dan Bitung 2 Arah Jakarta. Kajian dan analis untuk ruas tol Jakarta- Tangerang masih terus berjalan untuk memastikan penerapan kebijakan pembatasan angkutan berat, penentuan lajur khusus angkutan bus, maupun pengembangan angkutan Bus Premium (JR Connection). Diharapkan dalam beberapa hari ke depan seluruh hasil kajian dan analisis telah selesai dilaksanakan. (PR/TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu