Author : Agoes

Catatan Sarasehan Transportasi & Infrastruktur Indonesia 2017, Bersinergi Mendukung Pariwisata

Dibuat : Aug 15th, 2017 13:40:03  |  0 comments

Catatan Sarasehan Transportasi & Infrastruktur Indonesia 2017, Bersinergi Mendukung Pariwisata
Transportasi.co | Jakarta - Majalah Transportasi Indonesia menggelar Sarasehan Transportasi dan Infrastruktur 2017 bertema: “Merangkai Infrastruktur & Transportasi Nusantara Dalam Mendukung Sektor Pariwisata Nasional” pada 15 Agustus 2017 di Balai Kartini, Jakarta.

Sarasehan tersebut bertujuan untuk membangun sinergi yang lebih erat antarainstansi terkait untuk bersama-sama mencapai target nasional melalui peran masing-masing instansi termasuk pelaku usaha di dalamnya.

Kerjasama lintas instansi khususnya antara Kementerian Perhubungan yang  terus  melakukan pembenahan sarana dan prasarana  transportasi ke seluruh penjuru Tanah Air termasuk di kawasan Pariwisata Nasional, serta dari Kementerian PU PR dalam membangun infrastruktur jalan, jembatan, termasuk air bersih dan Kementerian Pariwisata sebagai ujung tombaknya sangat penting untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata utama turis mancanegara.
 

Apalagi pariwisata menjadi  agenda penting pemerintah sekaligus merupakan  bagian  dari program Nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.  Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menggadang-gadang untuk bisa mendatangkan 20 juta turis mancanegara pada 2019.

Sarasehan yang  dihadiri ini dihadiri para pejabat tinggi madya dari Kementerian Perhubungan; Kementerian PU PR;  Kementerian Pariwisata; Direktur Badan Pengembangan Transportasi Jabodetabek; Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia; akademisi termasuk yang tergabung dalam Masyarakat Transportasi Indonesia,  serta sejumlah asosiasi di subsektor sektor transportasi nasional, dan pelaku usaha baik swasta maupun BUMN dari tiga sektor tersebut.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gede Pasek Suardika, Kepala Biro Perencanaan Kementerian Perhubungan selaku Keynote Speech Sarasehan Transportasi dan Infrastruktur 2017, mengaku mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut  Suardika, tema yang diusung dalam sarasehan itu  sejalan dengan upaya Kementerian Perhubungan dalam melakukan pembangunan dan pengembangan transportasi ke seluruh penjuru Tanah Air.

 

“Sejumlah pembangun infrastruktur baik darat, laut, udara maupun kereta api itu baik langsung maupun tidak langsung, berpengaruh untuk menopang pariwisata kita,” tegas Suardika.

 

Pada acara tersebut, Gede Pasek Suardika  sekaligus juga  me-launching Pameran Transportasi & Infrastruktur Indonesia 2017 dengan tema yang sama yang akan dilaksanakan pada 28-29 September 2017.

Sementara, Ketua Umum Sarasehan Transportasi & Infrastruktur Indonesia 2017 sekaligus Pimpinan Umum Majalah Transportasi Indonesia, Suroyo Alimoeso, dalam laporannya menyampaikan,  
setiap tahunnya pemerintah  menargetkan untuk mendorong peningkatan wisatawan mancenagara masuk ke indonesia. Menurutnya,  upaya tersebut harus mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk dari sektor transportasi baik sarananya maupun infrastrukturnya.  dengan demikian, apa yang ditargetkan tersebut bisa dicapai.

Suroyo juga mengatakan, kegiatan Sarasehan tersebut merupakan bagian dari perhelatan Pameran Transportasi dan Infrastruktur Indonesia 2017  yang rencananya akan dilaksanakan pada 27-28 Sepetmber 2017 di Gedung SMESCo, Jakarta.

 

Dalam rangkaian kegiatan Sarasehan Transportasi dan Infrastruktur 2017, dilaksanakan diskusi panel bertema: “Merangkai Infrastruktur & Transportasi Nusantara Dalam Mendukung Sektor Pariwisata Nasional”.

 

Acara diskusi tersebut dipandu oleh Zilvia Iskandar dari Metro TV dan menghadirkan Narasumber: Risal Wasal, Direktur Prasarana BPTJ; Achmad Gani Ghazaly, Direktur Pembangunan Jalan Bina Marga, Kementerian PU PR; FX Teguh, Assiten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem; Agus Taufik Mulyono, Ketua Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia; serta Tulus Abadi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.

 

Masing-masing peserta mengungkapkan bagaimana dukungan instansi terkait untuk ikut mengembangkan Pariwisata. Risal Wasal mengungkapkan bagaimana upaya Kementerian Perhubungan baik melalui darat, laut, kereta api, hingga udara untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata. “Tugas kami sekarang adalah bagaimana menyambung dari satu titik ke titik untuk menyediakan aksesibilitas yang aman, nyaman, dan terjangkau,” ungkap Risal.

 

Sementara Achmad Gani Gozali, mengungkapkan bahwa Kementerian PU PR berupaya keras untuk bersama-sama mendukung pariwisata nasional, termasuk pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Menurut Gani, pihak Kementerian PU PR terus berupaya untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas yang ada untuk ikut  melakukan pengembangan pariwisata nasional.

 

“Dari KSPN atau pariwisata prioritas tersebut, kami sekarang ini ikut memberikan dukungan penuh pada 6 KSPN. Pariwisata ini sangat eksotis, sangat menjanjikan,” tegas Gani.

 

Sementara Assiten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Kementerian Pariwisata, FX Teguh, mengatakan, untuk  mengembangkan pariwisata nasional merupakan tantangan yang cukup besar. “Kita jangan ingkar janji terhadap apa yang akan kita berikan kepada wisatawan, sehingga  menarik bagi wisatawan dalam rangka mengembangkan pariwisata, tantangannya memang cukup besar,” tegas Teguh. Sementara dari sisi PDB, menurutnya pariwisata juga berkontribusi yang targetnya ke depan bisa berkontribusi sekitar 15% meskipun sekarang masih mencapai 9%.

 

Anggota Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia, Muslich Asikin, mengatakan, transportasi ini merupakan penghubung.  Tanpa transportasi yang baik untuk menghubungkan lokasi-lokasi yang ada, maka target pemerintah untuk mencapai 20 juta turis mancanegara pada 2019 akan sulit tercapai.

 

Menurutnya, sejak sekarang ini pemerintah sudah harus jor-joran dalam membangun sarana dan prasarana transportasi dalam memberikan kemudahan dan keterjangkauan akses bagi pengguna.  “Yang jadi penghambat justru biaya transportasi yang mahal, jadi kuncinya juga terletak pada biaya angkut transportasi,” ungkap Muslich.

 

Sebagai penutup, Tulus Abadi dari YLKI menyorot soal fenomena keamanan dan keselamatan di lokasi wisata. “Premanisme di lokasi wisata harus hilang agar orang tertarik mengunjunginya,” tegas Tulus. (Teks: AB & Foto: RA)

 

Tags: Aktivitas

0 Komentar

Berikan komentar anda

MENHUB BERI PENGHARGAAN PADA UNIT PELAYANAN PUBLIK BERPRESTASI 2016
Laporan Khusus

MENHUB BERI PENGHARGAAN PADA UNIT PELAYANAN PUBLIK BERPRESTASI 2016

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyerahkan trophy dan piagam penghargaan pelayanan prima unit pelayanan publik kepada para Manajemen Unit Pengelola Pelayanan Publik berprestasi, (19/9) di Kantor Kementerian Perhubungan RI, Jakarta.

     0 Komentar
PRODUKTIF SAAT DELAY
Daerah

PRODUKTIF SAAT DELAY

Di zaman modern seperti sekarang ini banyak sekali tekhnologi yang berkembang pesat dari waktu ke waktu, pasalnya dalam setiap perputaran detik mampu merubah segala sesuatu yang kita perlukan dengan instan

     0 Komentar

Citilink Mengangkasa Di Langit Papua Mulai Oktober 2016
Trans Angkasa

Citilink Mengangkasa Di Langit Papua Mulai Oktober 2016

Transportasi.co | Citilink Indonesia akan membuka rute ke Papua sebagai salah satu upaya untuk memperluas konektivitas Citilink ke daerah Timur Indonesia.

     0 Komentar
Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Akan Gunakan Tenaga Listrik
Transportasi

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Akan Gunakan Tenaga Listrik

Kementerian Perhubungan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan kajian awal dalam proyek kereta api Jakarta-Surabaya.

     0 Komentar