Cerita Pengguna KRL: Dari Antrian Panjang Hingga Nostalgia Tiket Kertas

Cerita Pengguna KRL: Dari Antrian Panjang Hingga Nostalgia Tiket Kertas
Transportasi | PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memberlakukan penggunaan tiket masuk sementara bagi pengguna kereta rel listrik (KRL) sejak Sabtu 21 Juli 2018. Pemberlakuan sistem ini lantaran adanya pembaharuan dan pemeliharaan sistem.

Akibat pemberlakuan tersebut, Kartu Multi Trip (KMT) maupun kartu uang elektronik dari bank tidak bisa dipergunakan untuk sementara. Sebagai gantinya, tiket masuk sementara yang digunakan adalah tiket kertas dengan sistem cek-in manual.

Berbagai dugaan menumpuknya antrian pada hari ini (23/07) membuat banyak pengguna KRL memilih berangkat lebih pagi. Tapi, yang terjadi justru antrian panjang telah terlihat sejak pukul 05.00.

“Suasana di Stasiun Bogor pukul 05.40 WIB, setelah penumpang teriak-teriak akhirnya petugas membuka seluruh gate alias digratiskan,” tulis akun twitter @masjaki di halamannya.

Antrian panjang juga dialami Alvin Dwisaputra, pengguna regular KRL yang biasa naik dari Stasiun Depok Lama hingga Stasiun Tebet. “Saya berangkat seperti biasa pukul 06.20 WIB, Antrian di sana (Stasiun Depok Lama) semrawut tidak ada jalur yang rapi. Selain itu juga tidak ada loket tambahan. Jalur untuk orang yang sudah selesai membeli juga tidak ada, jadi makin berantakan dan tidak ada petugas yang mengatur,” ujarnya.

Sementara itu, tak semua stasiun hari ini menawarkan pengalaman yang sama. Seperti keadaan di Stasiun Klender Baru pukul 06.20 WIB dilaporkan lancer. “Sengaja datang pagi karena takut antre, tidak tahunya sepi. Loket yang biasanya hanya satu jadi dua. Semuanya lancer karena semua beli tiket pakai uang pas, dan petugas gerak cepat,” kata Hanung.

Tak hanya itu, pernyataan apresiasi dari salah satu pengguna KRL pun dilontarkan pemilik akun twiter bernama Anissa Adelia, “Di antara cemoohan atas upgrade sistem KRL, mau mengapresiasi petugas Stasiun Citayam yang buanyak banget dan sigap jualin tiket kertas di loket, loket tambahan, bahkan di depan gate. Jadi tadi jam 7 pagi ga ada antrian beli tiket mau pun antrian di gate.”

Di balik hebohnya momen perubahan sistem tiket oleh para pengguna KRL, penggunaan tiket kertas seharaga RP 3 ribu ke semua tujuan ini membawa respon tersendiri di kalangan masyarakat. Tiket kertas sebelumnya pernah menjadi tiket para pengguna KRL beberapa tahun silam sebelum pembenahan. Hadirnya tiket kertas membawa nostalgia tersendiri bagi pengguna lama.

“Kembali ke zaman maba. Tapi dulu tiket kertas Rp 3000 dapatnya kereta ekonomi dengan kembalian Rp 500.” tulis pemilik akun Instagram bernama Fenisa Zahra, pengguna regular KRL dari Bojonggede. (MA)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu