Dipakai Mudik, 9 Ruas tol dan 4 Jalan Nasional Terlarang Untuk mobil Angkutan Barang

Dipakai Mudik, 9 Ruas tol dan 4 Jalan Nasional Terlarang Untuk mobil Angkutan Barang
Transportasi | Pemerintah melakukan pembatasan operasional mobil barang untuk arus mudik mulai diberlakukan mulai 12 Juni 2018 (H-3) pukul 00.00 WIB sampai dengan 14 Juni 2018 (H-1) pukul 24.00 WIBdan arus balik diberlakukan sejak 22 Juni 2018 (H+7) pukul 00.00 WIB sampai dengan 24 Juni 2018 (H+9) pukul 24.00 WIBpada 9 ruas jalan tol dan 4 jalan nasional.

Hal itu tertuang dalamPeraturan Menteri Perhubungan nomor PM 34 Tahun 2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2018. Untuk menjamin keamanan,

keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas maka pada sembilan ruas jalan tol dan empat jalan nasional diberlakukan pembatasan kendaraan angkutan barang.

Dalam PM 34 tersebut diatur pemberlakuan pembatasan operasional untuk mobil barang dengan ketentuan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg, mobil barang sumbu 3 atau lebih, dan mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandeng, serta mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian, tambang, dan bahan bangunan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi di Jakarta Rabu (16/5) menjelaskan, rencana pembatasan operasional kendaraan barang ini akan diberlakukan pada ruas jalan tol Jakarta- Merak, Jakarta- Cikampek- Palimanan- KanciPejagan- Pemalang- Batang- Semarang, Purwakarta- Bandung- Cileunyi (Purbaleunyi), Semarang Seksi A (Krapyak- Jatingaleh), Seksi B (Jatingaleh- Srondol), dan Seksi C (Jatingaleh- Muktiharjo), Semarang- Salatiga, Prof. Soedyatmo, Surabaya- Mojokerto, Jakarta Outer Ring Road (JORR), dan Jakarta- Bogor- Ciawi- Cigombong.

Sementara pembatasan angkutan barang di jalan nasional akan diberlakukan di jalan Pandaan- Malang, Probolinggo-Lumajang, Denpasar-Gilimanuk dan Jombang- Caruban.

Pembatasan kendaraan angkutan barang ini tidak berlaku bagi kendaraan pengangkut Bahan Bakar Minyak dan Gas, ternak, hantaran pos dan uang, bahan pokok, serta sepeda motor dalam rangka mudik dan balik gratis.

Dalam PM no 34 tersebut juga diatur mengenai penutupan sementara Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB/ Jembatan Timbang) di wilayah Jawa dan Bali. Penutupan UPPKB tersebut karena digunakan untuk keperluan tempatperistirahatan para pengguna jalan di UPPKB setempat. (PR/TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu