Author : Agoes

Ditjen Hubud dan ICAO Kerjasama Penanggulangan Keamanan Penerbangan

Dibuat : Jan 9th, 2018 15:27:41  |  0 comments

Ditjen Hubud dan ICAO  Kerjasama Penanggulangan  Keamanan Penerbangan
Transportasi | Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Regional Office Asia Pasific melaksanakan Cooperative Aviation Security Program-Asia Pacific (CASP-AP) Exercise Worshop yang diselenggarakan pada tanggal 9 – 12 Januari 2018 di Hotel Ashley Jakarta.

Indonesia diberikan kepercayaan untuk menjadi host dalam kegiatan ini karena dianggap sebagai negara yang selalu aktif dalam setiap pertemuan yang diadakan oleh CASP-AP. Terutama pertemuan untuk update kemajuan dan _sharing_ perkembangan implementasi terhadap regulasi dan standard yang dikeluarkan oleh ICAO.

Beberapa kali Indonesia pernah menjadi tuan rumah untuk beberapa pertemuan di bawah naungan CASP-AP,  antara lain seperti 7th CASP-AP tahun 2010 dan 2nd Annual Technical and Operational Meeting (ATOM) tahun 2014 yang dilaksanakan di Denpasar, Bali.

Acara CASP – AP Exercise Workshop kali ini dibuka oleh Direktur Keamanan Penerbangan M.Nasir Usman mewakili Dirjen Perhubungan Udara dan diikuti oleh 24 peserta dari 9 negara anggota yaitu Indonesia, Thailand, Laos, Bhutan, Timor Lester,Malaysia, Kiribati, Philippines, dan Fiji

Dalam sambutan pembukaan acara tersebut, Agus Santoso   menyatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.

Hal tersebut berlaku juga dalam hal keamanan penerbangan, di mana mencegah terjadinya pelanggaran  keamanan penerbangan lebih baik daripada memperbaiki kerusakan akibat pelanggaran sistim keamanan.

Dalam dunia yang terus berubah setiap saat, akan menimbulkan pula jenis  ancaman yang berbeda setiap waktu. Untuk itu sistim pencegahan terhadap pelanggaran sistim keamanan juga harus terus berkembang, terutama dalam melindungi manusia, infrastruktur dan peralatan.

"Jadi  pertemuan ini sangat penting karena akan meningkatkan pengetahuan teoritis dan praktis para peserta tentang bagaimana mengembangkan dan melakukan latihan  pengujian rencana penanggulangan keadaan darurat,” ujar Agus Santoso.

Menurut Agus, semua anggota ICAO diminta untuk mengembangkan dan menerapkan langkah-langkah untuk memastikan pengelolaan respon yang efektif atas tindakan-tindakan yang melanggar hukum, sesuai dengan annex 17 tentang keamanan penerbangan. Langkah-langkah antisipasi tersebut harus diuji secara reguler dan berkesinambungan.

Dengan mengikuti workshop ini, Agus berharap para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang tujuan dan sasaran latihan. Serta dapat merencanakan, mengkoordinasikan dan melakukan latihan keamanan penerbangan.

CASP-AP merupakan program kerjasama tingkat regional Asia-Pasifik yang bergerak di bidang keamanan penerbangan di bawah naungan ICAO. CASP-AP saat ini telah melalui _Phase_ I (2004 – 2009) dan _Phase_ II (2009-2014) yang terdiri dari 12 – 24 negara anggota di kawasan Asia-Pasifik.

Saat ini CASP-AP memulai program kerja _Phase_ III (2014-2019) dengan tujuan utama adalah untuk membantu dan memastikan kepatuhan ( _compliance_ ) negara anggota terhadap ICAO SARPs dan _guidance_ material terkait keamanan penerbangan melalui peningkatan kapabilitas program dari setiap negara anggota.

CASP – AP Exercise Workshop dirancang untuk memberikan pengetahuan teoritis dan praktis bagi personil keamanan penerbangan tentang bagaimana mengembangkan dan melaksanakan proses latihan (_exercise_) untuk menguji rencana penanggulangan keadaan darurat keamanan penerbangan.

CASP-AP akan membantu negara anggota dalam pengembangan terkait organisasi, legislasi, proses dan prosedur yang sesuai untuk meningkatkan keamanan pada operasi udara, pesawat, bandara, instalasi penerbangan sipil, personil serta membantu lebih lanjut dalam mengidentifikasi dan mengurangi kekurangan pada negara anggota tersebut.

Memastikan implementasi dari Standards and Recommended Practices (SARPs) Annex 17 dan ketentuan Annex 9, dengan tujuan mengurangi timbulnya tindakan melawan hukum di kawasan Asia-Pacific.

Memastikan seluruh kegiatan CASP-AP telah berjalan dan dilaksanakan dengan baik. Dan memberikan bantuan kepada negara anggota dalam kerangka keamanan penerbangan termasuk panduan menyusun Program Keamanan Penerbangan Nasional.

CASP-AP telah memberikan dukungan dan bantuan kepada negara anggota melalui beragam kegiatan. Kegiatanq-kegiatan tersebut  seperti: Technical Assistance Missions; Technical documents dengan memberikan Model Programmes seperti NCASP, NQCP, Air Navigation Security Program; Provision of ICAO ASTPs and Workshops ; Provision of CASP-AP developed courses or workshops; Development Workshop; Partnering; Annual Technical and Operational Meeting (ATOM) dan memberikan update informasi terutama mengenai aturan baru / annex ICAO. (MD)
Tags: Aktivitas

0 Komentar

Berikan komentar anda

MENHUB BERI PENGHARGAAN PADA UNIT PELAYANAN PUBLIK BERPRESTASI 2016
Laporan Khusus

MENHUB BERI PENGHARGAAN PADA UNIT PELAYANAN PUBLIK BERPRESTASI 2016

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyerahkan trophy dan piagam penghargaan pelayanan prima unit pelayanan publik kepada para Manajemen Unit Pengelola Pelayanan Publik berprestasi, (19/9) di Kantor Kementerian Perhubungan RI, Jakarta.

     1 Komentar
Barokah Marine Pekalongan Luncurkan Kapal Paralon Nelayan
Daerah

Barokah Marine Pekalongan Luncurkan Kapal Paralon Nelayan

PT Barokah Marine Kota Pekalongan, Jawa Tengah, siap meluncurkan produk kapal nelayan dengan bahan baku paralon yang berfungsi untuk mengangkut hasil tangkapan ikan nelayan.

     0 Komentar

Citilink Mengangkasa Di Langit Papua Mulai Oktober 2016
Trans Angkasa

Citilink Mengangkasa Di Langit Papua Mulai Oktober 2016

Transportasi.co | Citilink Indonesia akan membuka rute ke Papua sebagai salah satu upaya untuk memperluas konektivitas Citilink ke daerah Timur Indonesia.

     0 Komentar
Citilink Mengangkasa Di Langit Papua Mulai Oktober 2016
Transportasi

Citilink Mengangkasa Di Langit Papua Mulai Oktober 2016

Transportasi.co | Citilink Indonesia akan membuka rute ke Papua sebagai salah satu upaya untuk memperluas konektivitas Citilink ke daerah Timur Indonesia.

     0 Komentar