Ditjen Hubud Susun Roadmap Avsec, Tingkatkan Keamanan Penerbangan

Ditjen Hubud Susun Roadmap Avsec, Tingkatkan Keamanan Penerbangan
Transportasi | Rangkaian kegiatan Aviation Security Week digelar di Kantor Pusat ICAO (International Civil Aviation Organization) di Montreal 26-30 November 2018. Aviation Security Week dihadiri oleh seluruh 107 anggota ICAO  termasuk Indonesia dan 22 badan dan asosiasi terkait di seluruh dunia.

 

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Instiartono, juga ikut berperan aktif dalam rangkaian kegiatan Aviation Security Week ini. Dalam event ini dibahas permasalahan keamanan penerbangan dan kebutuhan peningkatan pemahaman atas ancaman, kerawanan serta resiko yang dihadapi oleh keamanan penerbangan sipil internasional.

 

“Untuk Keamanan Penerbangan di Indonesia juga telah mengacu pada Standard Recommendation Practices (SARPs) dalam Annex 17 tentang Keamanan Penerbangan dan Annex 9 tentang Fasilitas Penerbangan Sipil serta pelaksanaan Global Aviation Security (GASeP) dan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2309 Tahun 2016,” jelas Isnin.

 

Khusus kegiatan High Level Conference on Aviation Security yang hasilnya berupa rekomendasi sidang yang nantinya akan diajukan ke Sidang Dewan ICAO pada September 2019, membahas 5 Agenda, yaitu Aviation Security threat and Risk Context; Future approaches to managing aviation security risks; Global Aviation Security Plan; Achieving better synergies with other areas; dan Ensuring sustainability of security measures.

 

Delegasi Indonesia pada pertemuan tersebut mendukung implementasi dari agenda dan rekomendasi pembahasan dengan menyiapkan  Information Paper tentang Global Aviation Security Plan (GASeP) dengan judul Global Aviation Security as a Reference in Determining Indonesia Aviation Security Roadmap. “Kami akan menyampaikan informasi tentang Aviation Security Roadmap sebagai kerangka kerja yang akan dilaksanakan oleh unit kerja terkait dan stakeholder di Indonesia”, ujar Isnin.

 

Agar dapat memastikan pelaksanaan GASeP yang efektif di Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah menyiapkan dua langkah strategis, yaitu menetapkan dan melaksanakan langkah-langkah yang sesuai dalam prioritas melalui pengumpulan informasi dari ICAO Global Risk Context Statement, ICAO USAP audit results dan feedback dari Regional Office dan yang kedua yaitu melakukan penataan organisasi di lingkungan Ditjen Hubud.

 

“Tantangan dan gangguan keamanan penerbangan ke depannya semakin berat. Satu hal yang terpenting adalah berusaha dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan kesadaran dan budaya keamanan dalam dunia penerbangan,” tandas Isnin. (TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu