Ditjen Hubud Tingkatkan Profesionalisme Inspektur Navigasi

Ditjen Hubud Tingkatkan Profesionalisme  Inspektur Navigasi

Transportasi.co | Pencapaian hasil Audit Keselamatan Penerbangan Internasional (USOAP) dari ICAO pada tahun 2017 untuk bidang navigasi penerbangan Indonesia sudah dinilai bagus. Namun demikian pencapaian tersebut harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan lagi sehingga keselamatan penerbangan nasional tetap terjaga. Terkait dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebagai regulator penerbangan nasional mengadakan rapat koordinasi teknis bidang navigasi penerbangan di Bali, Selasa (26/2/2019).

 

Rapat koordinasi yang diikuti oleh 90 orang peserta dari pejabat dan inspektur penerbangan Otoritas Bandar Udara wilayah I – X itu bertujuan untuk menyamakan persepsi bagi seluruh Inspektur Navigasi Penerbangan terkait implementasi Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara KP 30 tahun 2019 tentang Protokol Pengawasan Pada Pelayanan Navigasi Penerbangan. Dengan demikian dalam penerapan nantinya terdapat keseragaman untuk mencapai sasaran Keselamatan Pelayanan Navigasi Penerbangan sesuai dengan regulasi yang ada.

 

Dalam sambutan Direktur Jenderal Perhubungan Udara yang disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono dinyatakan bahwa rapat koordinasi ini diharapkan dapat memunculkan ide-ide untuk pengajuan revisi terhadap Undang-Undang No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, khususnya terkait bidang navigasi penerbangan.

 

Selain itu, rapat koordinasi juga diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme inspektur bidang navigasi penerbangan. Hal ini karena untuk memenuhi persyaratan dan implementasi Jabatan Fungsional Tertentu pada Inspektur Penerbangan, perlu peningkatan kompetensi dan profesionalisme setiap Inspektur dalam melaksanakan tupoksinya.

 

"Poin penting lainnya adalah agar dapat memenuhi target dalam State Safety Program (SSP). Sehingga perlu ditetapkan Acceptable Level of Safety Performance Indicator bagi setiap bidang yang ada dibawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk kemudian diimplementasikan dan dilakukan pengembangan berkelanjutan demi tercapainya keselamatan penerbangan," ujar Nur Isnin.

 

Nur Isnin juga berharap sistem database yang saat ini sudah dimiliki oleh setiap direktorat di Ditjen Perhubungan Udara dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi, dapat diintegrasikan ke dalam suatu sistim yang dapat diakses bersama dengan lebih mudah dan lebih baik. (TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu