Federasi Pilot Indonesia Gelar Forum Silaturahmi Antar Pelaku Aviasi di Indonesia

Federasi Pilot Indonesia Gelar Forum Silaturahmi Antar Pelaku Aviasi di Indonesia
Transportasi.co | Geliat industri penerbangan di Indonesia terus bergulir. Indikasinya, pengguna jasa angkutan udara terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahuan. Hal ini berdampak pada penambahan armada pesawat, rute, dan frekuansi penerbangan.
 

Dengan semakin dinamisnya industri penerbangan  di Tanah Air, tentu saja memberikan beragam tantangan yang sangat besar, khususnya pada peningkatan sektor safety dan layanan penumpang. Oleh sebab itu, Federasi Pilot Indonesia (FPI) menggelar Forum Group Discussion (FGD) tentang dunia aviasi, yaitu airport, navigasi, feul Pertamina, dan flaying school, bertempat di Gedung Perpustakaan Nasional, Lantai 2, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Dalam kesempatan ini, hadir sebagai narasumber Capt. Toto Hardiyanto (Direktur LSPI), Azmi Jamalullail (Deputy Operasi JATSC), Capt. Imamudin Yunus (Ketua Umum APHI), dan Denon Prawiraatmadja (Ketua INACA Air Charter). Serta dihadiri stake holder, asosiasi,  dan para tokoh dunia penerbangan di Indonesia.

Capt. Hafrinsyah, Ketua Pelaksana FGD  FPI, mengatakan tujuan diselenggarakannya acara ini tidak terlepas dari beragam isu yang saat sedang hangat diperbincangkan di berbagai media di Tanah Air terkait dunia penerbangan di Tanah Air. “Diantaranya masalah kenaikan harga tiket pesawat, delay, dan kenaikan tarif yang sedang menjadi hot issue untuk diperbincangkan dan diskusikan mengenai permasalahan dan solusinya, untuk dijadikan rekomendasikan kepada Pemerintah,” ujar Hafrinsyah.

Hal senada juga disampaikan Capt Ali Nahdi, Presiden Federasi Pilot Indonesia, hasil FGD dalam format rekomendasi yang dihasilkan akan di evaluasi kembali untuk dua hingga tiga bulan ke depan. “Hal ini terkait dengan hot issue dunia penerbangan di Indonesia seperti masalah harga avtur. Pihak Pertamina menjyatakan harga avtur sudah mengalami penurunan sejak Nopember 2018, meskipun kembali mengalami kenaikan harga , tetapi sudah kembali menurunkan harga. Rekomendasi yang dihasilkan akan kembali di evaluasi  pelaksanaannya dua hingga tiga bulan ke depan untuk perbaikan dunia penerbangan di Indonesia ke depannya,” jelas Ali.

Capt. Toto Hardiyanto, selaku Direktur LSPI, dalam materinya menitik beratkan perlunya kompetensi dari para awak penerbangan  dalam  bisnis aviasi. “Kompetensi memiliki minimal tiga unsur penting, yaitu knowledge, skill, dan attitude. Oleh sebab itu, kompetensi awak penerbangan sangat penting dalam industri penerbangan,” tegas Toto.

Sementara itu, Azmi Jamalullail, Deputy Operasi JATSC, semua permasalahan yang ada di dunia penerbangan tidak semuanya dapat di diskusikan dalam FGD ini. “Tetapi, paling tidak sudah ada yang memulai untuk melakukan diskusi terbuka tentang permasalahan yang sedang dihadapi dalam dunia penerbangan di Indonesia untuk dilakukan perbaikan,” jelas Azmi.

Di kesempatan yang sama, Denon Prawiraatmadja, selaku Ketua INACA Air Charter, angkutan penerbangan helikopter merupakan moda transportasi alternative masa depan di Indonesia. “Helicity merupakan moda transportasi pelengkap, bukan sebagai jawaban dalam mengatasi kemacetan di kota besar, khususnya di Jakarta,” tegas Denon.

Sedangkan Capt. Imamudin Yunus, Ketua Umum APHI, menyatakan pentingnya regulasi kehadiran penerbangan malam untuk helikopter dari pemerintah. “Jika regulasi ini terwujud, merupakan salah satu langkah penting dalam memajukan dunia aviasi di Indonesia,” kata Imamudin. (TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu