Flyover Apartemen Puri Manson-JORRW2 Diduga Tak Berizin

Flyover Apartemen Puri Manson-JORRW2 Diduga Tak Berizin
Transportasi | Proyek pembangunan flyover yang menghubungkan antara Jalan tol Jakarta outer ring road wst 2 (JORRW2) dengan Apartemen Puri Mansion, diduga tidak memiliki izin. PT Agung Sedayu Group (ASG), selaku pelaksana proyek yang nyaris terhubung tersebut, tidak memiliki Ijin Membangun Prasarana (IMP) dari Pemprov DKI.

 

Menurut Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faisal, pembangunan flyover puri mansion apartemen yang hampir rampaung tidak mengantongi izin IMP. “Flyover penghubung antara Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORRW2) dengan Apartemen Purimansion tidak berizin, padahal sudah nyaris rampung dibangun,” ujar Yusman, yang dikutip dari wartakotalive.com,  Jumat (2/3/2018).

 

Haposan Siboro, kuasa hukum warga sekitar di RT 13/2 Keluraha Pondorandu, Durikosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, mengatakan, dirinya kembali mempertanyakan perijinan proyek di bawah PT Agung Sedayu Group. “PT Agung Sedayu Group selaku pelaksana proyek tidak memiliki IMP (Ijin Membangun Prasarana) dari Pemprov DKI. Ini yang kami pertanyakan karena jalan layang menutup tanah milik warga,” ungkap Haposan.

 

Haposan menambahkan, berdasarkan data Dinas Penanaman Modal PTSP dan Dinas Bina Marga, proyek tersebut tidak memiliki ijin. “Sampai tanggal 6 Desember 2017, Dinas Bina Marga DKI Jakarta tidak mengeluarkan ijin, begitu juga PTSP. Dari tahun 2015 flyover dibangun sampai Desember 2017 belum ada pengajuan ijin yang masuk. Ini jadi bukti flyover itu illegal,” tegas Haposan, sambil menunjukkan Surat Pemberitahuan dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta.

 

Dalam isi surat tersebut, diketahui PT Agung Sedayu Group selaku pelaksana proyek tidak memiliki Ijin Membangun Prasarana (IMP) atas pembangunan jalan layang di Kampung Tanah Koja RT 13/2, Kelurahan Pondok Randu, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Tercatat, Surat Permohonan IMP belum diajukan pihak kontraktor hingga tanggal 6 Desember 2017 kepada Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta. Akibatnya kini Dinas Bina Marga telah mengirimkan Surat Penghentian Pekerjaan kepada PT Agung Sedayu Group Apartement Puri Mansion.

 

Terkait dugaan tidak berijinnya pembangunan  flyover penghubung antara Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORRW2) dengan Apartemen Puri Mansion ditanggapi serius Anggota komisi D DRPD DKI Jakarta, Bestari Barus. “Dalam waktu dekat, kami akan memeriksa Bina Marga DKI Jakarta. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap kebenaran terkait pembangunan flyover tersebut. Pembangunan flyover disebut merugikan sejumlah warga di RT 13/2 Kelurahan Pondok Randu, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Apalagi PT Agung Sedayu Group selaku kontraktor pelaksana proyek diduga tidak mengantongi Ijin Membangun Prasarana (IMP) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata dia.

 

Lanjut Bestari, apabila ditemukan pelanggaran hukum, kata Bestari, kontraktor maupun Dinas Bina Marga mesti disanksi tegas. “Kalau terbukti nggak punya ijin berarti ilegal, dan kalau begitu akan dijatuhkan sanksi. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah Dinas Bina Marga, karena itu kami akan panggil Kepala Dinasnya dalam waktu dekat ini. Kan mereka (Bina Marga) punya fungsi pengawasan,” pungkas Bestari. (TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu