Forum CIGRE Indonesia : Semangat Membangun Masyarakat eMobility

Forum CIGRE Indonesia : Semangat Membangun Masyarakat eMobility
Ketua CIGRE Indonesia Herman Darnel Ibrahim

Transportasi.co | Seiring semakin menipisnya energi fosil yang didominasi oleh sektor transportasi penggunaanya. Conseil International des Grands Reseaux Electriques (CIGRE) Indonesia menggelar forum webinar membahas membangun masyarakat eMobility (Kendaraan Listrik).

Dalam forum webinar yang diselenggarakan CIGRE Indonesia turut mengundang Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo, Sosiolog Universitas Indonesia Imam Prasodjo, Wakli Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Penggiat mobil Listrik Dahlan Iskan, dan Ketua CIGRE Indonesia Herman Darnel Ibrahim.

Dalam forum tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Menurutnya, dengan keluarnya Perpres dan aturan turunannya menjawab tantangan dalam mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang masih didominasi transportasi yang saat ini penyumbang polusi udara terbesar.

“Kemenhub sudah menginisiasi penggunaan kendaraan listrik seperti menghadirkan bus listrik, kemudian memberikan insentif fiskal untuk kendaraan listrik.,” ujarnya Menhub dalam sambutannya. Kamis, (27/5).


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Sementara itu, Ketua IMI yang sekaligus Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, era kendaraan listrik dan elektrifikasi di Indonesia bisa jadi semakin ramai pada 2021 ini dan akan terus berlanjut hingga 3 tahun ke depan. Di Indonesia sendiri saat ini mulai bermunculan beragam jenis mobil dan motor listrik dari pabrikan besar. Namun harga-harga kendaran listrik itu memang masih mahal.

"Salah satu misi IMI adalah mempercepat migrasi kendaraan konvensional berbahan bakar fosil ke kendaraan bermotor listrik," kata Bambang Soesatyo.


Direktur Niaga PT PLN Bob Saril

PT PLN (Persero) dalam hal ini sebagai pemimpin penyedia infrastruktur ekosistem kendaraan listrik berkomitmen untuk mendukung terwujudnya era Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan, saat ini PLN memastikan ketersediaan pasokan listrik di seluruh Indonesia saat ini cukup. Hal ini tidak lepas dari pengembangan pembangkit melalui program 35 Gigawatt (GW).

Kemudian untuk mendorong tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik, PLN secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan pihak lain telah membangun infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

PLN juga telah meluncurkan aplikasi PLN Charge.IN guna memudahkan pengguna kendaraan listrik. Aplikasi Charge.IN adalah aplikasi charging yang pertama pada SPKLU bagi konsumen pemilik KBLBB.

“Dengan aplikasi Charge.IN, pemilik KBLBB bisa mengontrol dan memonitor pengisian baterai kendaraan di stasiun-stasiun pengisian atau SPKLU, kemudian PLN memberikan diskon 30% untuk pengguna KBLBB dan stimulus penambahan daya,” ujarnya.

“Bedanya dengan kendaraan konvesional, electric vehicle ini kan you can charge anytime in your home. Kita bertekad hadirkan 2.146 SPKLU di tahun 2030,” tambahnya.

Ketua CIGRE Indonesia yang juga Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Herman Darnel Ibrahim memaparkan, bahwa saat ini melalui Paris Agreement negara-negara di dunia berlomba-lomba memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan salah satunya kendaraan listrik. Hal ini untuk membatasi kenaikan suhu bumi tidak melebihi 1,5° CelciusUntuk itu Emisi GHG harus dikurangi sampai mencapai Net Zero Emissions (NZE).

“Negara maju umumnya sudah mencapai Peak Emission sejak puluhan tahun lalu. Untuk mencapai NZE harus dilakukan transisi energi dari berbasis energi fosil menjadi berbasis Energi Terbarukan,” tuturnya.

Ia menjelaskan skenario umum untuk mnuju NZE adalah dengan mengalihkan sumber energi transportasi dari BBM ke Listrik, mengalihkan penggunaan sumber energi dalam sektor Industri, Komersial dan Rumah Tangga dari energi fosil menjadi energi bersih.

“Kita harus memaksimalkan energi listrik dibangkitkan dari sumber energi terbarukan seperti surya, angin, biomasa, geothermal, tenaga air dan lautan. Sehingga mendekati~95% total, pada saat mencapai NZE,” jelasnya.

Penggiat Mobil Listrik seperti Dahlan Iskan meminta agar pemerintah juga menyiapkan industri pendukungnya, karena mahalnya kendaraan listrik dipengaruhi oleh bahan bakunya seperti baterai.

Sosiolog Universitas Indonesia Imam Prasodjo mengatakan, untuk mendorong penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan butuh pengubahan paradigma dan ini dapat dilakukan oleh generasi milenial.

“Jadi kita harus mengenalkan lebih detail energi terbarukan kepada generasi mendatang, sehingga tercipatanya masyarakat energi terbarukan,” ucapnya.




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu