Bisnis
Trending

Garap Bisnis SPKLU, PLN UID Disjaya Percaya Semua Akan Listrik pada Waktunya

Garap Bisnis SPKLU, PLN UID Disjaya Percaya Semua Akan Listrik pada Waktunya
Dok. Transportasi Indonesia

Transportasi.co | PLN menjalankan transformasi yang membuat perusahaan makin sehat, bisa bergerak lebih lincah dalam menjalankan mandat negara untuk memberikan pelayanan kelistrikan kepada pelanggan dan mampu merespons secara lebih trengginas berbagai peluang bisnis. Dampaknya sangat positif terhadap kinerja perseroan.

Pencapaian tersebut diraih berkat efisiensi dan inovasi di berbagai lini bisnis melalui program transformasi yang sejalan dengan gerakan transformasi BUMN sejak April 2020. Sejak April 2020, PLN menjalankan program Transformasi sebagai langkah penting perusahaan, melalui 4 pilar yakni Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused. Restrukturisasi korporasi juga akan terus dijalankan agar perusahaan semakin lincah dalam menghadapi tantangan.

Doddy B Pangaribuan, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya atau PLN atau PLN UID Jakarta Raya, menyampaikan, unit kami juga ikut menterjemahkan transformasi PLN. “Alhamdulillah hasilnya sudah dapat dirasakan. Pak Dirut PT PLN (Persero) sudah menyapaikan beberapa keberhasilan dari transformasi, diantaranya profit yang meningkat, listrik semakin andal, memiliki super app PLN Mobile, dan sebagainya,” ujar Doddy, di acara Bincang Transportasi, di studio mini podcast Transportasi Indonesia, Jakarta, Kamis (18/8).

Doddy melanjutkan, pada blan April 2022, PLN UID Jakarta Raya memiliki beban listrik sekitar 5.400 MW dari total yang dimiliki 8.000 MW. “Sehingga kami memiliki cadangan listrik sekitar 2.600 MW. Kelebihan ini yang harus saya kapitalisasi atau dijual,” jelas dia.

Ekosistem Kendaraan Listrik

PLN memperoleh mandat dari pemerintah dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik sesuai Perpres N0 55 Tahun 2019 untuk menjadi pionir infrastruktur charging station kendaraan listrik atau SPKLU. “Sebelumnya ibarat ayam dan telur antara infrastrukut SPKLU dan kendaraan listrik. Kami mengambil kebijakan untuk berkomitmen membangun infrastruktur charging station untuk kendaraan listrik,” ucap Doddy.

Lanjut dia, sebagai PLN UID Jakarta Raya merupakan wakil dari manajemen PLN dan partner dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Artinya, kami harus mampu menterjemahkan aspirasi dari PLN Pusat dan partner dari pemerintah daerah. Manajemen PLN memiliki transportasi dan Pemprov DKI memiliki Jakarta Smart City dan kami kombinasikan menjadi Jakarta Smart Electricity for Jakarta Smart City, termasuk di dalamnya charging station untuk kendaraan listrik,” jelas dia.

PLN UID Jakarta Raya melakukan kerjasama dengan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) sebagai produsen bus listrik untuk menyediakan bus listrik gratis untuk beberapa destinasi wisata di Jakarta. “Diantaranya, Museum Listrik di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk memberikan kesempatan warga Jakarta merasakan sensasi naik bus listrik, terutama siswa-siswi sekolah dasar,” jelas Doddy.

Dia menambahkan, PLN memberikan insentif 30% untuk tarif listrik yang memasang charging station di rumah untuk men-charge kendaraan listrik dari 22.00 hingga 05.00 WIB. “Kami juga memasang SPKLU sebanyak 18 titik dengan berbagai jenis charger, mulai dari slow, medium, fast hingga ultra fast charger,” jelas Doddy.

Pengendalian emisi kendaraan bermotor berbahan bakar fosil menjadi tantangan di kota-kota besar. Di beberapa negara sudah memberlakkan pembatasan tahun kendaraan dan penerapan jenis mesin berstandar Euro 4. “Artinya pengendalian emisi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi tantangan tersendiri karena pemilik kendaraan tersebar di beberapa wilayah. Secara teori ini akan lebih sulit mengendalikan emisi jika dibandingkan dengan emisi yang dihasilkan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara,” kata Doddy.

Jadi pilihannya, dia menambahkan, emisi yang tersebar dari asap kendaraan bermotor atau satu titik di pembangkit listrik. “PLTU memiliki kejelasan kepemilikan sehingga mudah diatasi melalui teknologi, mulai dari sub-critical, critical, hingga ultra critical yang semakin efisien dan semakin rendah emisi. JIka dibandingkan dengan jumlah emsisi kendaraan berbahan bakar minyak dengan PLTU untuk menghasilkan listrik untuk kendaraan listrik maka emisinya akan jauh lebih rendah PLTU. Kendaraan listrik menjadi peluang bisnis bagi PLN. Kami percaya semua akan listrik pada waktunya,” pungkas Doddy. (*)

 

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button