Hadapi Libur Akhir Tahun, Otban VIII Manado Tingkatkan Layanan 4 Bandara

Hadapi Libur Akhir Tahun, Otban VIII Manado Tingkatkan Layanan 4 Bandara
Transportasi | Guna antisipasi lonjakan penumpang dan menghindari kejadian yang tidak diinginkan di Bandara Sam Ratulangi dan sekitarnya, selama libur akhir tahun baik Natal dan Tahun Baru Ditjen Perhubungan Udara melalui Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado gelar posko gabungan. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado, Kolonel Pnb Sarmanto.

 

"Sesuai arahan Bu Dirjen untuk selalu menyiagakan pelayanan khusus di hari hari besar terkait persiapan maupun antisipasi operasional penerbangan, maka kami telah bersinergi kepada seluruh unsur baik teknis maupun non teknis melalui posko gabungan,” ujar Kepala Kantor Otoritas Bandara Udara Wialayah VIII Manado, Kolonel Pnb Sarmanto.

 

Lebih lanjut Sarmanto menjelaskan posko tersebut tentunya sangat membantu kami dalam memonitor dengan cepat info terkini yang menjadi dasar untuk segera ditindaklanjuti, seperti hal keselamatan dan keamanan penerbangan itu sendiri, hingga hal lain yang dapat mempengaruhi penerbangan seperti cuaca di sekitar Bandara Sam Ratulangi Manado.

 

Posko yang terletak di terminal Bandara Sam Ratulangi merupakan gabungan dari beberapa unsur yaitu OTBAN VIII, Angkasa Pura I, BMKG, TNI, Polisi, Bea Cukai dan Kantor Kesehatan Pelabuhan dengan memfokuskan pada 4 bandara yang beroperasi dibawah pantauan Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII, yaitu Bandara Sam Ratulangi Manado, Pattimura Ambon, Djalaluddin Gorontalo dan Sultan Babullah Ternate. Mengingat beberapa wilayah tersebut merupakan daerah dengan masyarakat mayoritas beragama nasrani dan tengah merayakan Natal sehingga diprediksi akan mengalami peningkatan penumpang, namun realisasinya tidak terjadi.

 

Hingga Selasa (25/12) pantauan yang dilakukan sejak (20/12) di 4 bandara tersebut, digadang gadang sebagai puncaknya malah tidak terjadi, di Manado untuk kedatangan tahun 2018 berjumlah 22.853 penumpang lebih sedikit dibanding tahun 2017 yang mencapai 27.334 sedangkan keberangakatan tahun 2018 berjumlah 16.360 penumpang berkurang dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 22.025 penumpang.

 

Berikut data sejak (20/12) hingga (25/12) baik dari kedatangan dan keberangkatan pada tahun 2018 dan 2017 di 3 bandara lain, Gorontalo kedatangan tahun 2017 berjumlah 6.568, tahun 2018 berjumlah 4.695, data keberangkatan tahun 2017 berjumlah 7.613, tahun 2018 berjumlah 5.947.

 

Untuk Ambon kedatangan tahun 2017 berjumlah 17.509, tahun 2018 berjumlah 13.822,  keberangkatan tahun 2017 berjumlah 14.541, tahun 2018 berjumlah 9.967. Dan untuk Ternate kedatangan tahun 2017 berjumlah 8.874, tahun 2018 berjumlah 6.761 keberangkatan tahun 2017 berjumlah 9.663, tahun 2018 berjumlah 7.654.

 

Penurunan jumlah penumpang di 4 bandara tersebut tidak menyurutkan tim Inspektur penerbangan Otban Wil VIII untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengawasan ke operator penerbangan.

 

"Namun kami tidak surut dalam mendampingi operator guna memberikan pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan. Data sejak tanggal 20 hingga 25 Desember ini kami sudah melakukan rampcheck untuk 73 pesawat di  bandara bandara tersebut, sehingga prioritas dalam memberikan keselamatan dan keamanan suatu operasional penerbangan tetap terjaga,” pungkasnya. (TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu