Hanya 30 Persen Pengguna Transportasi Umum di Jabodetabek

Hanya 30 Persen Pengguna Transportasi Umum di Jabodetabek
Transportasi.co | Kepala Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, pengguna transportasi umum di Jabodetabek baru mencapai 30 persen. Padahal target yang ingin dicapai oleh BPTJ itu sebesar 60 persen.

"Seharusnya dari target BPTJ kita bisa mendorong masyarakat untuk mobilisasi transportasi dengan angkutan umum sebesar 60 persen, tapi hingga saat ini baru 30 persen," kata Bambang, pada Kamis lalu, (14/11).

Belum tercapainya penggunaan transportasi umum secara maksimal di Jabodetabek. Menurut Bambang, lantaran hambatan berupa biaya yang masih mahal serta waktu tempuh yang terlampau lama. Selain itu, terjadi pergeseran paradigma di masyarakat mengenai kemacetan turut menjadi hambatan.

"Paradigma ini yang harusnya diubah, kami mencoba memberikan layanan transportasi umum yang aksesibilitasnya mudah dan harganya ekonomis," katanya.

Dia mengakui kapasitas angkutan umum harus diperbesar mengingat mobilisasi masyarakat terus meningkat di daerah Jabodetabek dari tahun 2015 sebanyak 47,5 juta perhari menjadi 88 juta perhari pada 2019.

Untuk itu BPTJ mendukung perusahaan-perusahaan swasta yang memberikan layanan transportasi umum seperti ojek daring untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melakukan pergerakan di Jabodetabek.

"Harus ada sinergi yang baik antara pemerintah dan swasta. Karena sekarang masyarakat baru terlayani mobilisasinya menggunakan transportasi umum 8 juta perhari," pungkasnya. (CR)

 



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu