IEMS 2019 :Langkah Awal Untuk Perubahan Transportasi Indonesia

IEMS 2019 :Langkah Awal Untuk Perubahan Transportasi Indonesia
Transportasi.co | Gelaran pameran kendaraan listrik perdana di Tanah Air, yang digelar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama majalah Transportasi Indonesia, yaitu Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 rampung sudah. Konvoi kendaraan listrik dari Gedung BPPT Thamrin, Jakarta, menuju Kantor BPPT Serpong, yang dihelat pada tanggal 7 September 2019 pagi menjadi acara pamungkas.

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material (TIEM) Eniya Listiani Dewi, melepas langsung pawai mobil dan motor listrik yang diterima perusahaan otomotif.

"Gelaran ini diikuti oleh 69 kendaraan listrik, terdiri dari 1 bus listrik MAB, 18 mobil listrik, 10 motor listrik, dan 41 sepeda listrik, dengan total kurang lebih 143 orang peserta," kata Eniya, sesampainya di BPPT Serpong.

Dia menambahkan, pawai kendaraan listrik merupakan salah satu langkah sosialisasi dan edukasi yang dilakukan BPPT bersama Majalah Transportasi Indonesia dalam mengakselerasi penggunaan kendaraan listrik untuk masyarakat luas. “Konvoi kendaraan listrik dilakukan dari Gedung BPPT Thamrin, Jakarta menuju BPPT Serpong, Tangerang Selatan, yang menempuh jarak sekitar 43 kilometer,” jelas Eniya.

Hal senada juga disampaikan Managing Director Majalah Transportasi Indonesia Irwadhi Marzuki, acara pembukaan IEMS 2019 dilakukan dengan menggelar konvoi kendaraan sebagai bentuk komitmen Majalah Transportasi Indonesia untuk melakukan edukasi dan percepatan penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air. “Secara keseluruhan rangkaian acara IEMS 2019, yang kami lakukan bersama BPPT merupakan langkah strategis untuk mengedukasi dan menggunakan teknologi kendaraan listrik untuk masyarakat luas. Selain memperkenalkan teknologi kendaraan listrik terbaru, masyarakat juga dapat menggunakan kendaraan listrik, melakukan uji coba mobil dan motor listrik di gelaran IEMS 2019, ”jelas Irwadhi, di BPPT Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (7/9/2019).

Irwadhi menambahkan, untuk percepatan kendaraan listrik yang harus dihadiri, seperti kebijakan tentang pembayaran pajak dan sebagainya, agar harga kendaraan listrik yang lebih terjangkau “Sebagai contoh, dalam menggunakan minyak tanah, pemerintah menggunakan gas elpiji 3 kilogram. Program ini dapat kita buat contoh dalam program percepatan kendaraan listrik. Perlu juga dilakukan diwacanakan tentang kendaraan tahun, baik motor dan mobil untuk diganti dengan kendaraan listrik, khusus untuk sepeda motor, ”ucap Irwadhi.

Di sisi lain, dia menambahkan, program kendaraan listrik perlu mendapat dukungan dari pemerintah provinsi atau pemerintah daerah. “Seperti pengunaan kendaraan dinas dan transportasi umum menggunakan kendaraan listrik.Langkah ini akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta, dimana Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan akan memberlakukan parkir gratis dan tidak berlakuknya aturan ganjil-genap untuk mobil listrik. Selain itu, untuk transportasi umum, Trans Jakarta akan menambah armadanya dengan bus listrik, ”tandas Irwadhi. ( TS )



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu