IMI Dorong Sport Tourism Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

IMI Dorong Sport Tourism Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Junaidi Elvis, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga IMI. Foto: Zuchri/Transportasi.co

Transportasi.co | Ikatan Motor Indonesia (IMI) terus mendorong Sport Tourism melalui berbagai event olahraga sepeda motor maupun mobil, seperti balap motor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Ketua Umum IMI yang juga menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo, menjelaskan bahwa pengembangan industri olahraga membawa dampak besar secara sosial, ekonomi, budaya, termasuk memperkuat rasa nasionalisme, dan mempromosikan negara di kancah internasional. Hal itu, katanya, dapat dilakukan melalui promosi destinasi wisata sehingga menghasilkan multiplier effect bagi perekonomian nasional.

 

Kita bisa paketkan olahraga motor dan wisata, misalnya rencana pembangunan sirkuit Gokart bertaraf internasional, Bali Pecatu International Circuit bisa dikolaborasikan dengan destinasi wisata Bali. Demikian juga dengan Sirkuit Mandalika yang bisa dikombinasikan dengan wisata Lombok,” ujarnya kepada transportasi.co, Rabu (5/5).

 

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga IMI, Junaidi Elvis, menuturkan bahwa sosok Bambang Soesatyo yang menjadi Ketua MPR sekaligus pehobi motor dan Ketua Umum IMI didukung oleh pengurus yang profesional seperti Ananda Mikola, Rifat Sungkar, Sadikin Aksa, dan lainnya, akan mempermudah kolaborasi olahraga motor dan wisata.

 

Bahkan, di tengah Covid-19, event olahraga motor ini menyesuaikan diri melalui teknologi berbasis digital, yaitu kejuaraan virtual seperti Academy Motorsport Digital. Bahkan, lanjutnya, sudah di-launching Piala Ketua MPR secara virtual, yaitu Powertrack Yellow International Championship 2021 yang akan memperebutkan Piala Bergilir Ketua MPR.

 

Elvis menyadari bahwa beberapa kendala masih ada, seperti sedikitnya jumlah sirkuit di Tanah Air. “Bagaimana caranya kita mau hebat, sirkuit saja tidak ada, akhirnya yang banyak muncul pebalap liar, dan mereka itu yang akan kita rangkul. Ke depan, semoga setiap provinsi bisa memiliki sirkuit kemudian dipaketkan dengan wisata setempat.”

 

Dia menilai bahwa potensi Motorsport sangat besar mengingat sebagian besar hobi anak muda terhadap motor.

 

Elvis menuturkan, tidak hanya kejuaraan level atas seperti MotoGP, Moto2, Motorcross, dan lainnya, IMI pun akan menggelar event untuk kalangan bawah, yaitu Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Lomba Balap Motor Bebek 2021, memperebutkan Piala Presiden. Kejurnas ini merupakan kerja sama IMI dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang akan diikuti 34 provinsi di Indonesia yang akan mengirimkan para pebalap muda andalannya dari mulai usia 10 tahun, yang akan bertanding di berbagai kelas.

 

IMI adalah organisasi pemersatu seluruh kegiatan otomotif di Indonesia yang berada di bawah induk organsiasi olahraga nasional KONI dan KOI, maupun yang berskala internasional seperti Federation International Automobil (FIA) dan Federation International Motorcycle (FIM) dengan jumlah lebih dari 560.000 anggota.

 

IMI berkewajiban dalam membuat aturan, serta mengawasi jalannya olahraga otomotif, termasuk program-program pariwisata dan berpartisipasi dalam menciptakan keamanan lalu lintas dan ketertiban di jalan raya kepada masyarakat dan khususnya untuk semua penggemar motor sport.

 

Elvis menambahkan bawah IMI mendorong para atlet melalui berbagai jenis kegiatan yang dilakukan seperti acara lokal (club, provinsi, regional), tingkat nasional dan internasional, serta mendorong penyelenggara kompetisi untuk melakukan standar internasional dan kegiatan profesional.

 

Menurutnya, sosok Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, merupakan tokoh pecinta motor dan menjadi orang pertama yang membeli mobil listrik. “Jadi, beliau sangat concern untuk mendukung transisi energi dari fosil ke listrik yang lebih ramah lingkungan.”

 

Dia menegaskan bahwa pengembangan energi terbarukan melalui kendaraan listrik dan energi surya merupakan tantangan ke depan. Selain itu, Indonesia memiliki sumber bahan baku seperti nikel yang digunakan sebaga bahan utama baterai. “Kendaraan listrik ini, hanya dinamo dan baterai saja yang masih harus diimpor, ke depan baterai juga sudah bisa diproduksi sendiri di dalam negeri, sedangkan komponen lainnya sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Di kendaraan listrik, kita hanya butuh teknologi baterai dan fast charging.”

 

Selain politisi Partai Golkar, Elvis merupakan pebisnis di sektor energi. Masih terkait dengan kendaraan listrik, Elvis menilai bahwa ke depan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) cenderung turun karena beralih ke listrik. Oleh karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan lagi rencana pembangunan kilang minyak. “Siapa yang bisa jamin, 30 tahun ke depan masih butuh BBM. Megaproyek kilang pasti harus ada financial closing, apakah akan closing kalau tidak ada jaminan ke depan. Semua menyadari akan terjadi penurunan konsumsi bahan bakar fosil. Kalau saya setuju pembangunan kilang, tetapi porsinya diatur, misalnya 75% untuk produksi petrokimia dan 25% untuk BBM,” pungkas Elvis.




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu