Kementerian PUPR Kebut Proyek Tol Cisumdawu

Kementerian PUPR Kebut Proyek Tol Cisumdawu

Transportasi.co | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengebut pembebasan tanah pembangunan Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) di Provinsi Jawa Barat sepanjang 60,10 km.

Tol yang terhubung dengan Jalan Tol Akses Bandara Kertajati ini ditargetkan tuntas akhir 2021 untuk mendukung fungsi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.  Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meminta seluruh pihak terus berkoordinasi dan berupaya keras mempercepat pembebasan lahan agar Tol Cisumdawu selesai sesuai target pada akhir 2021.

“Sebab, konstruksi hanya dapat berjalan cepat, jika lahan sudah tersedia," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya. Kamis, (17/6)

 Untuk itulah, PUPR melalui Satker Pengadaan Tanah Jalan Tol Wilayah I, Ditjen Bina Marga meningkatkan koordinasi dengan instansi lain yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kepolisian Daerah, Kejaksaan Tinggi, dan instansi terkait lainnya. Berdasarkan data, dilaporkan Seksi I Cileunyi - Rancakalong sepanjang 11,45 km konstruksinya telah mencapai 77,42% dengan progres lahan 98,6%.

Seksi II Rancakalong - Sumedang sepanjang 17,05 km progres konstruksinya 91,99% dengan capaian lahan yang sudah bebas sebesar 96,11%. Lalu, konstruksi Seksi 3 dari Sumedang menuju Cimalaka sepanjang 4,05 km kini telah rampung 100% dan siap beroperasi sambal menunggu konstruksi seksi 1 dan 2 selesai. Adapun untuk pembangunan Seksi 4 Cimalaka - Legok sepanjang 8,20 km dan Seksi 5 Legok - Ujungjaya sepanjang 14,9 km dialporkan saat ini sudah dimulai mobilisasi alat dan pekerjaan site clearing dengan progres lahan masing-masing 48,13% dan 42,87%.

Selanjutnya, Seksi 6 Ujungjaya - Dawuan sepanjang 6,06 km sudah mulai konstruksi tepatnya pada Seksi 6A dengan progres 36,83% dan Seksi 6B sebesar 11,84%. Tol Cisumdawu terdiri dari 6 seksi yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dari enam seksi, Seksi 1 dan 2 dikerjakan Pemerintah sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) untuk menaikkan kelayakan investasi tol tersebut. Kemudian Seksi 3-6 dikerjakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Citra Karya Jabar Tol (CKJT) dengan nilai investasi Rp 8,41 triliun.

Dengan beroperasinya seluruh ruas Jalan Tol Cisumdawu yang terhubung dengan Jalan Tol Akses BIJB Kertajati akan mengurangi waktu tempuh dari Bandung sekitar 3 jam menjadi 1 jam. Konektivitas yang semakin meningkat, maka operasional bandara juga akan semakin meningkat dan kompetitif, sehingga diharapkan bisa menggantikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Kehadiran Tol Cisumdawu sekaligus mendukung pengembangan kawasan “segitiga emas” Cirebon-Subang-Majalengka (Rebana) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan baru, serta menjadi salah satu tol dengan pemandangan yang indah seperti Tol Bawen-Salatiga karena menyuguhkan panorama pegunungan di Bumi Priangan.



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu