Kendaraan Bermotor Listrik, BPPT Dukung TKDN Berbasis R&D

Kendaraan Bermotor Listrik, BPPT Dukung TKDN Berbasis R&D
Sesi wawancara Transportasi Indonesia dengan Prof. Eniya Listiani Dewi. Foto: R. Akmal/Transportasi Indonesia

Transportasi.co | Pemerintah terus mengakselerasi percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Beragam upayatelah dilakukan, mulai dari mengeluarkan regulasi hingga mengambil langkah mempersiapkan infrastruktur charging station kendaraan bermotor listrik.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, sebagai salah satu pengembangan, pengkajian, dan penerapan (Litbangjirap), berkomitmen berperan aktif mendukung penggunaan kendaraan berbasis baterai. Diantaranya BPPT terus fokus mengembangkan penelitian fast charging station, baik berarus AC dan DC.

Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi Energi dan Mineral (TIEM), mengatakan perkembangan kendaraan bermotor listrik terus mengalami peningkatan. “Pemerintah telah menggulirkan beragam regulasi telah banyak digulirkan. Tetapi yang menjadi kekhawatiran, industri lokal tidak ada yang berani untuk serius dalam mengembangkan kendaraan bermotor listrik,” ujar Eniya, kepada Transportasi Indonesia, di Jakarta, (6/5/2021).

Lanjut dia, sementara pihak luar semakin serius menggarap pasar kendaraan listrik di Tanah Air, mulai dari produk Amerika Serikat, Eropa, dan Asia mulai diperkenalkan dan dipasarkan Indonesia. “Salah satu pabrikan mobil asal Korea Hyundai, sangat serius menggarap pasar mobil listrik di Indonesia,” jelas dia.

Seiring perkembangan kendaraan listrik, BPPT sangat mendukung penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), khususnya TKDN Berbasis Research and Development (R&D) di Tanah Air. “Nantinya, industri komponen kendaraan bermotor listrik yang telah mampu berproduksi dapat terus berinovasi agar dapat memunculkan R&D,” jelas Eniya.

Terkait pengembangan charging station, BPPT telah men-delivery yang tipe AC dan telah menggandeng beberapa perusahaan. “Saat ini kami terus meningkatkan demand tetap ada. Terutama untuk penempatannya, baik di rumah tinggal, apartemen, atau mall sesuai kebutuhan dan fungsi. Hal ini sedang dalam tahap studi dan pengembangannya dengan menggandeng mitra, baik BUMN dan swasta,” pungkas Eniya. (TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu