Kongkow Bareng Media JNE Bahas Kebijakan Penanganan Macet Jabodetabek

Kongkow Bareng Media JNE Bahas Kebijakan Penanganan Macet Jabodetabek

Transportasi | Jakarta, Selasa (8/5), Bertajuk JNE Kumpul Bareng Kawan Pers Nasional (JNE Keren) menggelar diskusi terkait tiga kebijakan penanganan macet Jabodetabek.

Acara yang dihadiri oleh lima pembicara yakni Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi,  Waketum Kadin Bidang Logistik  Rico Rustombi, Waketum Asperindo Budi Paryanto,  Kepala BPTJ Bambang Prihartono dan Presiden Direktur JNE M. Feriadi. Diskusi ini membahas dampak dari tiga kebijakan penanganan macet Jabodetabek.

Tiga kebijakan tersebut ialah penerapan ganjil genap nomor kendaraan di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur dan sejumlah wilayah Jakarta, pembatasan jam operasional angkutan barang, serta jalur khusus angkutan umum. Dari kebijakan ganjil genap nomor kendaraan dan pembatasan operasional angkutan barang dampaknya semakin memperlambat pengiriman barang.

“Kebijakan itu jelas berpengaruh kepada perusahaan logistik, pengiriman ekspres yang hanya punya satu kendaraan misalkan ganjil atau genap saja. Nasib kiriman barang yang sifatnya sangat penting dengan dalam penghitungan waktu sampai barang sulit diprediksi,”ungkap Presiden Direktur JNE, Feriadi.

Badan Pengelola Transportasi Jabodebatabek (BPTJ) telah merilis tingkat keberhasilan tiga kebijakan penanganan kemacetan itu dengan indikator menurunnya rata -rata VC Ratio, sebagai alat pengukur volume dan kapasitas kendaraan yang melintas di jalan, di jalan tol Jakarta - Cikampek.

Kepala BPTJ,  Bambang Prihartono menjelaskan, VC Ratio semakin mendekati angka 1 menandakan kondisi di jalan tersebut padat dan tidak bergerak. Adapun VC Ratio yang dihasilkan setelah penerapan kebijakan pada pekan ketiga yaitu menjadi 0,48 atau jauh turun dibandingkan dengan sebelum penerapan ganjil genap mencapai 1,05.

“Artinya penerapan ini tergolong sukses karena sistem ini sudah digunakan di berbagai dunia seperti China,”jelasnya.

Acara diskusi ini dengan menghadirkan para stakeholder agar nantinya dapat menghasilkan solusi dari  tiap tantangan yang ada dalam berbagai bidang terkait industri pengiriman ekspres dan logistik ataupun lainnya. (GC)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu