Kurang 4 Bulan Lagi MRT Jakarta Beroperasi, Begini Kesiapannya

Kurang 4 Bulan Lagi MRT Jakarta Beroperasi, Begini Kesiapannya
Transportasi | Pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase I dilaporkan hingga akhir November 2018 ini telah mencapai 97,57 persen. Sebanyak 96,9 persen pembangunan Depo dan jalur elevasi telah rampung, sementara jalur bawah tanah yang telah rampung adalah sebanyak 98,15 persen.

Sedangkan dari kesiapan progress menyeluruh, MRT Jakarta telah mengantongi 78,24 persen kesiapan operasi dan pemeliharaan (O&M). Adapun persiapan institusi telah siap di angka 85,73 persen, sementara persiapan SDM sudah siap 70,13%.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menyatakan, proses pembangunan masih sesuai target yang direncanakan. “97,57 persen telah rampung, 2,43 persen sisanya adalah untuk mengerjakan konstruksi fisik seperti interior, entrance, dan lainnya,” katanya di Stasiun MRT Jakarta Dukuh Atas, Kamis (29/11).

"Ada daerah-daerah yang belum selesai misalnya entrance (pintu masuk) pada beberapa stasiun. Kalau dilihat di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin ada entrance yang sedang kami kerjakan," tambah pria yang akrab disapa Willy ini.  

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim menambahkan, terdapat tiga stasiun yang masih dalam proses pembangunan pintu masuk, yaitu Stasiun Bendungan Hilir, Stasiun Setiabudi, dan Stasiun Istora. Menurutnya,  Pembangunan di beberapa titik sempat tertunda lantaran adanya penyelenggaraan Asian Games 2018 pada Agustus lalu.

Berdasarkan pantauan tim Transportasi.Co di Stasiun Dukuh Atas, entrance terlihat sudah hampir rampung. Tangga-tangga sudah rampung, namun eskalator masih belum terpasang. Dari permukaan menuju platform di bawah, setidaknya pengunjung akan merasakan kedalaman stasiun bawah tanah ini dengan sedikit berolahraga menuruni 140 anak tangga yang cukup menantang.

Meski memiliki tangga yang cukup tinggi, Willy menyampaikan di setiap stasiun akan tersedia elevator bagi pengguna disabilitas dan berkebutuhan khusus. “Kita sudah mengatur agar ketika keluar lift, pengguna disabilitas tidak perlu berjalan jauh untuk mencapai pintu kereta,” katanya.

Selain itu, dinding berwarna kuning gading dan ceiling berwarna cokelat di dalam area stasiun pun terlihat sudah rampung, meskipun masih terbungkus stiker bertuliskan alumunium composite panel. Bahkan, mesin tiket terlihat sudah ada di samping loket-loket tiket. Pencahayaan dan penyejuk ruangan pun telah berfungsi dengan baik di stasiun ini.

Sebelumnya, Willy mengatakan MRT Jakarta telah memiliki master plan untuk menjadikan Stasiun Dukuh Atas sebagai proyek percontohan pembangunan hunian berorientasi transit atau transit oriented development (TOD). Nantinya kawasan ini akan menjadi salah satu titik integrasi berbagai moda transportasi, seperti Commuter Line, Kereta Bandara, Trans Jakarta, dan angkutan lainnya seperti kendaraan online. (MAH)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu