Langkah TIEM BPPT Mengakselerasi Penggunaan Kendaraan Listrik

Langkah TIEM BPPT Mengakselerasi Penggunaan Kendaraan Listrik
Dok. Istimewa

Transportasi.co | Komitmen pemerintah untuk mewujudkan energi bersih dan mengurangi ketergantungan impor BBM terus diupayakan. Salah satu cara yang dilakukan pemerintah adalah dengan mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

 

Prof. Dr-Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM), mengatakan, perkembangan KLBB di Indonesia terus mengalami perkembangan yang menggembirakan dengan di dorongnya penggunaan KLBB untuk kendaraan dinas. “Beberaapa kementerian dan pemerintah daerah sudah berkomitmen akan menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas,” ujar Eniya, kepada Transportasi Indonesia, beberapa waktu lalu melalui platform Zoom.

 

Lanjut dia, perwujudan komitmen tersebut dengan dilaksanakannya Public Launching Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), sekitar pertengahan Desember 2020 lalu. “Public launching KBLBB ini dihadiri secara daring oleh para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, Kepala Staf Kepresidenan, Gubernur seluruh Indonesia, pimpinan BUMN, swasta, asosiasi, perguruan tinggi, dan media yang menjadi unsur-unsur pentahelix ekosistem KBLBB,” jelas Eniya.

 

Saat itu, menurut dia, di level Gubernur, selain pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta, ada pemprov Jawa Barat, Jawa Timur, dan Pemprov Bali. “Pemprov Bali akan mengakselerasi penggunaan KLBB dan meminta bantuan untuk charging station. Dan terakhir, pemprov Jawa Timur dalam diskusi yang digelar ITS Surabaya, beberapa waktu lalu, meminta manufaktur KLBB masuk ke Jawa Timur,” kata dia.

 

Pasalnya, di Provinsi Jawa Timur banyak memiliki industri spare part dan bengkel otomitif yang eksisting. “Konversi dari internal combustion engine (ICE) ke KLBB sangat membutuhkan industri spare part dan bengkel otomotif. Jawa Timur memiliki potensi untuk itu. Tentu saja suplly chain mengenai baterai dan sebagainya bisa didiskusikan lebih lanjut,” ucap Eniya.

 

Selain itu, dia menambahkan, ITS Surabaya dapat digunakan sebagai tempat bertanya dan berkoordinasi di lokasi tersebut. “Saya merasa pemerintah daerah sudah mulai meningkatkan kontribusinya dalam mendorong penggunaan KLBB. Baik melalui produk sepeda motor listrik Gesits dan bus listrik MAB dengan tujuan memperkenalkan KLBB di jalanan. Ada pepatah mengatakan, Jika tidak mengenal maka tidak sayang. Kita berupaya memperkenalkan KLBB kepada masyarakat,” tutur dia.

 

Selanjutnya, koordinasi antar instutusi dan lembaga sudah mulai berjalan untuk pengembangan KLBB. “Koordinasi KLBB di tingkat ristek berada di lead BPPT (charging station dan proporsi motor) dan LIPI (baterai), yang akan di-deliver untuk skala sepeda motor, mobil, dan bus listrik. Yang akan di hilirisasi untuk MAB (bus), sepeda motor (Gesits), dan industri lain yang menggunakan proporsi motor listrik tersebut,” jelas Eniya.

 

Eniya menambahkan, BPPT juga menghilirisasi fast charging untuk sepeda motor listrik Gesits agar bisa di charge di rumah selama 30 menit. “Lalu BPT juga telah membuat  fast charging type AC akan dihilirisasi ke PT LEN atau pihak lain,” tutur dia.

 

Sementara itu, untuk fast charging DC, BPPT sedang berkolaborasi dengan pihak luar. “Koordinasi yang dilakukan juga melibatkan beberap perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia dan ITB Bandung. Nantinya hilirisasi akan dilakukan untuk MAB,” jelas Eniya.

Saat ini, BPPT menunggu PT PLN (Persero) yang telah menyiapkan road map charging station dengan awal target sebanyak 380 di 2020. “Akibat adanya Covid-19 maka ter-pending menjadi 2021. Seharusnya untuk fast charging sudah terpasang sekitar 600 unit di 2021. PLN sudah melakukan revisi road map fast charging station,” kata dia.

 

Selanjutnya, menurut Eniya, semua fast charging station yang dipasang PLN akan diintegrasikan melalui

manajemen sistem buatan BPPT. “Hal ini masih terus kami bahas bersama PLN. Sebab BPPT telah membuat manajemen sistem untuk mengintegrasikan fast chargin station. Itu yang sedang kami tunggu dari PLN,” pungkas Eniya. (TS)

 

 

 

 

 

 

 




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu