Aktivitas Alamat Redaksi Bisnis Community Cover Story Daerah Infrastruktur Inovasi Korporat Laporan Khusus Lifestyle Mancanegara Opini Profil Regulasi Ruang Publik Term and Privacy Privacy Policy Term of Use Tips Trans Utama Transportasi Trans Angkasa Trans Bahari Trans Marga
Trending

Melalui Sistem Manajemen Transportasi (TMS), FLYND Tegas Perluas Sistem Logistik Laut dan Udara

Melalui Sistem Manajemen Transportasi (TMS), FLYND Tegas Perluas Sistem Logistik Laut dan Udara
Dok. FLYIND

Transportasi.co | FLYND, sebuah solusi operasional logistik end-to-end berbasis teknologi atau yang biasa dikenal dengan Transportation Management System (TMS) menargetkan ekspansi penyediaan teknologi sistem manajemen transportasi ke seluruh armada angkutan pengiriman barang, yakni darat, laut, dan udara.

 

Saat ini, FLYND baru menyediakan solusi operasional logistik Transportation Management System (TMS) untuk angkutan logistik darat. Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu operasional logistik dari sisi pengelolaan pesanan barang hingga pelacakan pengiriman barang dan kurir/pengemudi. Berdasarkan perkembangan penggunaan TMS hingga saat ini, CEO dan CO-Founder Okky Angga mengatakan bahwa FLYND tahun 2022 ini sedang mengembangkan platform untuk bisa menjangkau angkutan logistik darat dan laut juga.

 

"FLYND berharap pada tahun 2022 ini, kita dapat memperluas jangkauan TMS kami untuk angkutan logistik laut dan udara. Karena kita tahu logistik itu terpecah-pecah, ada kargo laut, udara, parcel, kargo kereta api, atau ekspor-impor. Tapi sebenarnya, setiap lini logistik itu memerlukan pengadaan end-to-end sistem yang terorganisir melalui sebuah platform digital yang dapat memadai. Dan kami, FLYND, berharap bisa menyediakannya untuk memajukan industri logistik bangsa," tutur Okky Angga, CEO dan Co-Founder FLYND..

 

Okky menceritakan bahwa saat pertama kali FLYND diluncurkan pada 2018, pelaku usaha logistik belum mengetahui atau terbiasa dengan sistem operasional berbasis TMS tersebut. Bahkan hingga saat ini, beberapa masih menjalankan proses logistik secara manual. Namun, Okky menilai terdapat perkembangan seiring dengan berjalannya waktu dan juga dukungan dari pemerintah untuk digitalisasi industri tanah air.

 

Kendati demikian, Okky menyebut belum semua pelaku usaha logistik sudah terbiasa dengan memanfaatkan sistem teknologi yang tersedia. Setelah para pelaku logistik terbiasa menggunakan sistem tersebut, maka FLYND baru akan bergerak ke poin selanjutnya yakni berekspansi ke moda logistik lainnya yakni laut, udara, dan bahkan jalur kereta-api.

 

"Kargo udara dan laut bisa menjadi lebih kompleks, karena orang yang terlibat jauh lebih banyak dari berbagai lini departemen berbeda. Kalau kargo darat, hanya seorang Manager yang di kantor sama para driver, serta koordinator lapangan saja. Sedangkan kalau di kargo laut, misalnya, mencakup pelabuhan, depo, pajak, bea dan cukai, serta pelabuhan tujuan. Pihak yang dilibatkan banyak sekali dan lebih kompleks untuk membawa semuanya ke satu platform," tambahnya.

 

Dalam semangat “connect-the-dot” pada industri logistik Indonesia, FLYND saat ini dalam proses penyusunan dan pembangunan sistem yang dapat menyelesaikan masalah yang kerap dihadapi tersebut. “Progress FLYND hingga kini juga didukung oleh investor dan business advisor kami, yaitu SEA Investment Capital yang memberikan berbagai macam support dari pendanaan hingga validasi bisnis dan pengembangannya,” Ujar Okky.

 

Okky menargetkan FLYND dapat mulai menyediakan platform sistem operasional logistik end-to-end untuk jalur non-darat pada paruh kedua tahun ini, untuk mendigitalisasi proses logistik udara dan laut. "Target kami adalah kuartal III/2022 untuk bisa mencakup TMS pada perjalanan non-darat, karena yang kita bangun betul-betul perancangan supply-chain dari hulu ke hilir. Jadi dalam satu platform FLYND, sudah kombinasi semuanya," tutupnya.

 

Adapun untuk jangkauan wilayah, saat ini platform FLYND sudah menjangkau jasa logistik di beberapa daerah, utamanya di Pulau Jawa dan Bali. Contohnya, Jabodetabek, Surabaya, Semarang, dan Bali. FLYND juga sudah digunakan pada kegiatan logistik di luar Jawa, seperti di Medan, dan Kendari. (*)

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button