Membangun Rantai Pasok dengan Digitalisasi

Membangun Rantai Pasok dengan Digitalisasi
Transportasi | Logistic Performance Index (LPI) 2018 yang dirilis World Bank menunjukkan posisi baru Indonesia yang berada di urutan 46 dengan skor 3,15 atau naik dari posisi dua tahun sebelumnya yaitu di urutan 63 dengan skor 2,98. Namun, di kawasan Asean, Indonesia mengalami penurunan dari urutan keempat menjadi urutan kelima.  

Menurut Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Hanafi, penurunan peringkat Indonesia ini menunjukkan kompetisi yang tinggi di regional Asean. “Kita mungkin berkembang, tapi negara tetangga berkembang lebih tinggi. Padahal, bila berbicara daya saing, kita seharusnya berada di tiga besar,” katanya baru-baru ini.

Yukki memaparkan, biaya logistik nasional Indonesia saat ini masih tinggi. Pada akhir tahun lalu, biaya logistik Indonesia berada di angka 23,7 persen. Sementara, akhir tahun 2019 nanti, angka ini diharapkan akan turun dengan diselesaikannya banyak infrastruktur di wilayah timur.

“Bila sesuai rencana, akhir 2019 diharapkan bisa mencapai 21 persen. Namun itu belum cukup untuk masuk tiga besar ASEAN, setidaknya harus 18-19 persen. Untuk mengejar 2-3 persen ini adalah mutlak melalui efisiensi, dan salah satunya dengan digitalisasi. Lebih luas, kalau efisiensi logistic tercapai, maka investasi akan masuk, dan kemudian akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita.” jelasnya.

Salah satu upaya efisiensi melalui digitalisasi telah ALFI lakukan bersama ILCS (Indonesia Logistics Community Service) dengan menciptakan sebuah aplikasi bernama My Cargo. Aplikasi ini terhubung dengan modul-modul logistik untuk memudahkan pengguna jasa dalam melakukan proses logistik kepelabuhanan secara online. Layanan ini dapat membantu meningkatkan efisiensi waktu dan resource.

Dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna jasa dapat melakukan permohonan dokumen Deliver Order (DO) secara online tanpa harus datang ke Shipping Line. Selain itu, aplikasi ini juga memfasilitasi release container, pembayaran service di terminal, assignt trucking dan pengembalian container ke depo empty. (MAH)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu