Menhub: Pemerintah Upayakan Insentif Angkutan Umum Elektrik

Menhub: Pemerintah Upayakan Insentif Angkutan Umum Elektrik
Transportasi.co | Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah berupaya memberikan insentif guna mendorong operator angkutan umum menggunakan listrik.

"Kita harus memberikan insentif misalnya menggratiskan sekian mobil untuk angkutan umum, parkir gratis, atau bebas memasuki wilayah ganjil genap. Karena proses kendaraan umum berbasis listrik banyak berkaitan dengan harga, operasional, penunjang yang harus dirangkai dan dipersiapkan dengan baik," kata Menhub Budi saat menjajal taksi listrik Blue Bird menuju Jakarta, Minggu (8/9).

Menhub Budi mengharapkan dalam 2 tahun mendatang ada proses pembelajaran dan diskusi bagi stakeholder agar pengoperasian mobil listrik menjadi maksimal. "Tentu kita ingin angka polusi turun dan kendaraan listrik ini menjadi komoditi ekspor kalau jumlahnya banyak," lanjut Menhub.

Ia juga mendorong pengadaan 100 mobil berbasis listrik untuk kendaraan dinas pejabat Kementerian Perhubungan. "Kami mendorong pihak swasta menggunakan kendaraan berbasis listrik secara simultan seperti kendaraan umum dengan dengan listrik dan penggunaan pribadi dengan hybrid. Untuk kendaraan umum mungkin perlu charging station lebih banyak dan ada hal lain yang dipenuhi seperti fiskal," jelasnya.

Setelah menjajal taksi Blue Bird selepas mengecek Runway 3 Bandara Soetta, Menhub merasakan manfaat angkutan umum elektrik tersebut.
"Kendaraan ini convenient sekali. Tidak ada suara dan saya tadi sengaja kecepatannya sampai 100 km/jam itu stabil. Tadi saya sempat berbincang dengan pengendara taksi, katanya pendapatan per hari meningkat dari Rp 300 ribu menjadi Rp 450 ribu," katanya.

Menhub Budi mengatakan bahwa taksi berbasis listrik ini merupakan proses uji coba yang harus didukung. Dirinya mengapresiasi Blue Bird dan PT Angkasa Pura II yang  menjadi pionir pengoperasian taksi tersebut. (MH)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu