Menhub: Transportasi Umum Berangsur Pulih

Menhub: Transportasi Umum Berangsur Pulih
Transportasi.co | Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, sarana transportasi umum yang terkena dampak akibat padamnya listrik di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada Minggu (4/8/2019) mulai berangsur pulih. Meski begitu, masih ada transportasi yang belum sepenuhnya beroperasi.

"Sekarang sudah recovery (pulih) sebagian besar sudah, tapi ada bagian tertentu di sekitar Bekasi yang belum. Di daerah Bekasi ada sebagian yang belum," kata Budi Karya Sumadi di Kantor Pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Senin (5/8/2019).

Budi juga menyatakan bahwa operasional bandara tidak mengalami kendala. " Tidak ada masalah, karena disiapkan back up plan (rencana cadangan) yang maksimal," kata Budi Karya Sumadi.

Menurut dia, Bandara Soekarno-Hatta memiliki 17 genset yang bisa meng-coversemua jika listrik mati. "Juga tidak ada keterlambatan penerbangan," Tambah dia. 

Adapun selama lebih dari 9 jam sejak pukul 12.00 WIB, sejumlah daerah di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat mengalami mati listrik. Listrik padam setelah Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang PLN di Jawa Tengah mengalami gangguan.


Akibatnya, sejumlah transportasi umum mengalami gangguan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan adanya sejumlah keterlambatan dari perjalanan kereta di Pulau Jawa. “Kelambatan KA dampak pemadaman listrik di beberapa wilayah di Pulau Jawa,” tulis pihak KAI melalui akun Twitter resmi mereka @KAI121, Minggu (4/8). Keterlambatan terjadi mulai dari 5 menit hingga 190 menit. Hal serupa juga terjadi pada Kereta Commuter Indonesia yang beroperasi di Jabodetabek. 

Sementara itu, gangguan juga terjadi pada Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta yang justru dilaporkan berhenti melayani penumpang untuk sementara waktu. “Untuk para pengguna yang masih berada di stasiun dapat menggunakan alternatif moda transportasi lain dan refund tiket,” tulis pihak Railink pukul 12.48 WIB melalui akun twitter resmi mereka @RailinkARS.

Tidak hanya itu, kereta cepat yang saat ini sedang menjadi kebanggaan masyarajat Jakarta pun turut terkena imbasnya. Pihak MRT mengumumkan lewat akun twitter mereka @mrtjakarta bahwa 4 rangkaian kereta mereka berhenti di stasiun bawah tanah. Akibatnya, para penumpang pun dievakuasi keluar dari stasiun. “Pada pukul 12.53 WIB, penumpang yang berada di kereta sudah berhasil dievakuasi 100 persen,” tulis pihak MRT. (MAH)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu