Musik, Rokok, Dan GPS Dilarang Apa Kata Mereka?

Musik, Rokok, Dan GPS Dilarang Apa Kata Mereka?
Zakirudin Chaniago, Advokat Senior
Transportasi | Baru-baru ini warga dikejutkan oleh wacana pihak Polri yang akan menindak tegas terhadap para pengemudi saat berkendara mendengarkan musik, merokok, termasuk menggunakan GPS. Pasalnya, kegiatan yang dilakukan pengemudi tersebut, dianggap mengganggu konsentrasi  saat berkendara.

Bahkan, tindakan tersebut dapat terancam sanksi hukum, karena dianggap melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 junto Pasal 283 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750.000.

Selain itu, ada penafsiran lain dari “penuh konsentrasi saat mengemudi” yang berarti tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi dan video yang terpasang di kendaraan, termasuk minum minuman beralkohol atau obat-obatan yang memengaruhi kemampuan mengemudi. Akan tetapi, tak lama kemudian, pihak polisi membantahnya. Sebab, mendengarkan musik dan merokok, tidak secara spesifik disebutkan dalam pasal tersebut.

Menurut Advokat Senior, Zakirudin Chaniago, konsentrasi saat berkemudi sangat dibutuhkan untuk menciptakan keselamat­an selama berkendara. Oleh karenannya, Ia setuju dengan peraturan tersebut. Apabila, pengemudi mengabaikan peraturan tersebut, akibatnya dapat menganggu atau mengancam keselamatan bagi dirinya sendiri dan orang lain.

"Jangan sampai konsentrasi pengemudi terganggu dengan melakukan aktivitas saat mengemudi. Seperti mendengarkan musik, menggunakan ponsel, GPS dan merokok,"ujarnya.

Dirinya menyarankan, bagi pengendara Jika ingin menerima panggilan handphone atau melihat GPS, mereka harus memberhentikan kendaraan terlebih dahulu di tempat yang aman, demi menjaga keselamatan sesama pengendara.

"Saya berharap para pengendara dapat mengikuti aturan dan disiplin berlalu lintas di jalan raya,"harapnya.(TS)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu