New Normal, Imbau Pemerintah memperhatikan Nasib Pesantren Salafiah

New Normal, Imbau Pemerintah memperhatikan Nasib Pesantren Salafiah
Transportasi.co | Salah satu Pimpinan Ponpes Salafiyah Sofwaniyah brebes dan sekaligus Wakil Sekretaris Komisi Hukum MUI Pusat, Hamam Asy'ari, meminta pemerintah membuat kebijakan pelaksanaan new normal di lingkup pesantren dengan baik dan ketat. Karena Pesantren Salaf mempunyai tradisi yang sangat khas dalam belajar ilmu kitab kuning nya, yaitu para santri selalu berada di ponpes dan belajar dengan Metode sorogan (menyodorkan) dan bandongan serta mengahafal nadzom2 nahwu-shorof. Hal ini dilakukan dengan cara sering bertatap muka secara khusus dengan kiainya.

Adapun harapan kami menghimbau terhadap pemerintah dengan melakukan kebijakan2 khusus yg diterapkan di pesantren salaf dalam situasi Covid 19 ini, agar pesantren bisa terjaga dengan baik dan terhindar dari wabah Covid 19. Dalam hal ini kami memberikan solusi seperti berikut pertama kebijakan pemerintah yang konkret dan berpijak sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam menjaga pesantren dari resiko penyebaran virus COVID-19. "Kedua dukungan fasilitas kesehatan untuk pemenuhan pelaksanaan protokol kesehatan, seperti rapid test, hand sanitizer, akses pengobatan dan tenaga ahli kesehatan,".

Ketiga, dukungan sarana dan fasilitas pendidikan yg sangat memadai dan biaya pendidikan (Syahriyah/SPP dan Kitab) bagi santri yang terdampak secara ekonomi. Ke empat, Pemerintah juga diharapkan memperhatikan nasib para asatidz, assatidzah dalam hal ekonomi dalam situasi Covid 19 ini. Selain itu, meminta pemerintah dapat melibatkan kalangan pesantren. Terutama dalam menentukan kebijakan.
"Kami juga mengimbau agar setiap keputusan yang diambil terkait dengan nasib pesantren harus melibatkan kalangan pesantren,"  Tentunya Kami juga berdoa semoga Covid 19 ini segera berlalu dan kita semuanya diharapkan selalu jaga kesehatan diri dengan baik, dan selalu mematuhi peraturan pemerintah.



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu