Operator Kapal Merak Siap Sukseskan Mudik 2019

Operator Kapal Merak Siap Sukseskan Mudik 2019
Transportasi.co | Jakarta, TransportasiIndonesia---Operator kapal lintas penyeberangan Merak (Banten)-Bakauheuni (Lampung) yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap),  mengaku akan mendukung kelancaran penyelenggaraan angkutan lebaran 2019.  Sebanyak 68 unit kapal disiapkan Gapasdap untuk penyeberangan Merak-Bakauheuni.

“Semua kapal yang ada di lintas penyeberangan lintas Merak-Bakauheuni bahkan di seluruh lintas penyeberangan di Indonesia, sudah melaksanakan “Uji Petik”.  Surat edaran Dirjen Laut  No. 43/PK/JK/2019 tentang “Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal Penumpang Dalam Menghadapi Lonjakan Penumpang Angkutan Lebaran Tahun 2019”  sudah dilaksanakan.  Artinya, secara unit kapal di Merak-Bakauheuni, Gapasdap tidak kekurangan malah over-supply,” tegas Sekjen Gapasdap, Aminuddin Rifa’i  kepada Transportasi Indonesia.

Hanya saja, menurut Amin, pihaknya masih merasa adanya ganjalan dengan status Dermaga-6 sebagai Dermaga Eksekutif dan tidak bisa dipakai oleh seluruh operator kapal untuk mendukung kelancaran mudik 2019.

 

“Jadi, kita mendesak kepada pemerintah, dalam hal ini Dirjen Perhubungan Darat,Kemenhub untuk sementara waktu mengembalikan Dermaga Eksekutif (Dermaga 6) menjadi Dermaga Reguler tanpa syarat apapun.  Artinya, siapapun kapal swasta yang akan masuk ke dermaga eksekutif selama angkutan lebaran ini boleh,” ungkap Aminuddin.

Amin mengatakan, keberadaan dermaga eksekutif tersebut berpotensi untuk menyebabkan kemacetan. Pemerintah menurutnya  harus mengambil langkah  dengan menjadikan dermaga eksekutif tersebut menjadi dermaga reguler sampai selesainya penyelenggaraan angkutan lebaran 2019.

Pihak Gapasdap mengaku justru khawatir dengan soal ketersediaan infratruktur dermaga di lintas penyeberagan Merak-Bakauheuni sebagai lintasan penyeberangan terbesar di Indonesia.  Meskipun operator  kapal sudah menyiapkan 68 unit kapal, tetapi tanpa dukungan dermaga, maka kapal yang sudah disiapkan tersebut akan ada yang tidak bisa dioperasikan.

“Kami berharap agar pemerintah memastikan ketersediaan dermaga, bukan  menambah kapal. Karena persoalannya  bagaimana mencari solusi untuk ketersediaan dermaga. Ada 68 kapal yang standby. Tapi kalau tidak ada dermaganya juga percuma. Apakah dengan meminjam pakai dari PT Indah Kiat atau dermaga mana yang bisa dipakai dengan kapal yang sesuai persyaratan, ya silakan.  Itu kewenangan pemerintah.   Dan itu harus disiapkan dari sekarang. Terobosannya itu,” tukas Amin.

Selain di lintas penyeberangan Merak-Bakauheuni, tantangan lain untuk arus mudik dan arus balik juga terjadi pada lintas penyeberangan di pelabuhan Ketapang (Jawa Timur) –Gilimanuk (Bali).  Adanya kerusakan di salah satu dermaga yakni Dermaga Ponton di Ketapang, dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran arus mudik dan balik jika tidak segera diperbaiki.

“Jadi, selain di Merak-Bakauheuni, di Ketapang-Gilimanuk, ketersediaan dermaganya juga kurang. Terjadi over-supply kapal. Jadi ASDP diharapkan bisa memperbaiki dermaga ponton yang rusak agar bisa efektif digunakan pada saat mudik 2019,” pungkas Aminuddin. (AB)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu