Perusahaan Galangan Kapal Sepi Order

Perusahaan Galangan Kapal Sepi Order
Transportasi | Galangan kapal dalam negeri mengeluhkan sepinya order pembuatan kapal oleh pemerintah. Untuk bisa tetap bertahan, galangan kapal kini lebih fokus pada pengerjaan service dan perawatan.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Utama PT Adiluhung Saranasegara Indonesia Anita Puji Utami disela-sela pelepasan dan pengoperasian KM Camara Nusantara 02 dan KM Camara Nusantara 05 di Madura, Jumat (25/5), sudah sejak dua tahun lalu, perusahaan yang dipimpinnya tidak mendapat order pembuatan kapal baru, baik dari pemerintah maupun swasta.

Pengerjaan kapal yang dilakukan pada tahun 2016 dan 2017, merupakan pengerjaan kapal yang diorder pemerintah tahun anggaran 2015 lalu. “Akibat dari sepinya order, maka kami terpaksa memutuskan kontrak dengan sejumlah sub kontraktor maupun pemberhentian tenaga kerja yang sebagian besar adalah putra daerah Madura,” ujar Anita.

Karenanya, Anita berharap kepada pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, tetap memiliki program dalam pembangunan kapal-kapal baru lainnya dalam rangka mensukseskan program kesinambungan pekerjaan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Chandra Irawan mengatakan, pada dasarnya pemerintah akan tetap memberikan prioritas oengerjaan pembangunan kapal kepada industri galangan kapal nasional. Seperti halnya pembangunan kapal khusus angkutan ternak yang diserahkan pengerjaanya kepada PT Adiluhung Saranasegara Indonesia.

Namun diakui oleh Chandra untuk tahun anggaran 2018 ini, Ditjen Perhubungan Laut belum mempunyai rencana untuk melakukan pemesanan kapal ternak maupun kapal perintis karena masih akan mengoptimalkan kapal yang ada. Untuk kapal khusus ternak saat ini yang dioperasikan sudah 5 kapal dengan menggunakan dana APBN tahun anggaran 2015 sampai dengan 2017.

“Kita lihat dulu kedepan kebutuhannya seperti apa. Bilamana diperlukan tambahan kapal untuk angkutan ternak atau kapal tol laut maupun kapal perintis pasti pemerintah akan memperioritaskan pembangunnanya pada perusahaan galangan kapal dalam negeri,” pungkas chandra.

Karena belum ada pemesanan kapal baru, untuk bisa bertahan hidup, perusahaan galangan PT Adiluhung Saranasegara indonesia saat ini memfokuskan pada perawatan sdan service, yang dalam selama tahun 2018 ini sudah melakukan perawatan sekitar 50 kapal. (PR/TS)

 



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu