Pesawat Yang Membawa Prabowo Dihalangi 3 Jet Tempur?

Pesawat Yang Membawa Prabowo Dihalangi 3 Jet Tempur?
Transportasi.co | Sebentar lagi, Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum (pemilu), baik legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden secara serentak. Pemilu yang rencananya akan digelar tanggal 17 April 2019, tinggal menunggu hitungan hari, tetapi khususnya untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, semakin ramai dan cenderung memanas antar kedua kubu pendukung pasangan calon (paslon), pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

 

Saling klaim antar kedua kubu tim sukses dan pendukung silah berganti dilakukan, seperti masalah tindakan melakukan kecurangan. Terakhir, yang ramai dibicarakan di media sosial, pihak Prabowo Subianto diduga mendapatkan perlakuan tidak baik saat melakukan kampanye di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

 

Mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen (Purn) Johanes Suryo Prabowo, seperti yang dikutip dari indonesiainside.id, menceritakan bahwa pesawat yang ditumpangi Prabowo sempat tertunda terbang ‘aborted take off’ di Purwokerto, akibat adanya tiga jet tempur melintas. “Padahal posisi pesawat sudah di ujung runway. Tiba-tiba melintas lah tiga jet tempur. Atas insiden itu, pihaknya akan melaporkannya ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” ujar dia.

 

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menanggapi kejadian itu dengan mempertanyakan siapa yang memerintah jet tempur tersebut melintas. “Pesawat yang ditumpangi Capres Prabowo dihalangi jet tempur di landas pacu? Atas perintah siapa?” tulis Sekjen Partai Berkarya ini di akun twitternya @PriyoBudiS.

 

Penjelasan TNI AU

Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara membantah tiga pesawat tempur Sukhoi menghalangi pesawat yang ditumpangi calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto saat akan melakukan kampanye terbuka di Purwokerto pada Pilpres 2019. “Pernyataan itu tidak tepat,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Samyoga ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis (4/4).

 

Dalam cuitan di Twitter, mantan Kasum TNI, JS Prabowo dalam akunnya @marierteman, menyebutkan ada tiga jet tempur yang melintas saat pesawat Prabowo akan lepas landas menuju Purwokerto pada (1/4). “Apa yang disampaikan Pak JS Prabowo kurang tepat. Karena yang beliau sampaikan terjadi pada dua hari yang berbeda, dan dua-duanya sama sekali tidak melibatkan Sukhoi,” kata Samyoga.

 

Ia pun menjelaskan ketidakterlibatan Sukhoi dalam peristiwa tersebut, bahwa pada Senin (1/4), di landasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur CN 235 Kalong Flight, posisi sudah take off dan berikutnya yang akan take off adalah pesawat 9HNYC onboard Prabowo Subianto.

 

Menurut dia, saat pesawat 9HNYC diberikan release take off juga, kondisinya belum aman karena pesawat CN235 belum menuju cross wind (belum belok), sehingga pesawat 9HNYC abort take off, untuk keamanan. “Abort take off dilakukan oleh senior ATC karena sebelumnya yang handle masih junior ATC. Jadi, abort-nya 9HNYC karena masalah safety dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Sukhoi,” papar Samyoga.

 

Adapun kejadian berikutnya, terjadi Selasa (2/4):

10.10: 2 Sukhoi landing aman

10.13: 9HNYC start engine. Noted: baru start

10.17: 9HNYC request taxy

10.17: Wing Air ( Won 1721) posisi approach

10.18: 9HNYC holding di taxyway C, menunggu Won 1721 landing

10.20: Won 1721 landing

10.21: 9HNYC menuju posisi line up

10.23: 9HNYC take off ke Padang

10.20: 3 Sukhoi mendarat

 

“Artinya, pesawat 9HNYC tidak ada hubungan sama sekali dengan penerbangan Sukhoi. Pesawat 9HNYC menunggu keberangkatan (take off) karena ada pesawat Wing Air sedang akan mendarat, bukan Sukhoi,” jelasnya.

 

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Polana Banguningsih telah mendengar kabar terkait pesawat Prabowo Subianto dihalangi jet tempur saat hendak mendarat di Purwokerto, Banyumas.Kemenhub dijadwalkan akan menerima aduan dari kubu Prabowo dalam waktu dekat. “Baru besok (aduan),” tutur Polana, sebagaimana dilansir Rmol, Kamis (4/4). (Berbagai Sumber/TS)

 




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu