Puncak Arus Lebaran 2018 Jatuh Pada 12 Juni

Puncak Arus Lebaran 2018 Jatuh Pada 12 Juni
Transportasi | Mudik lebaran masih lama. Namun pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan terus melakukan simulasi dan rencana rekayasa lalu lintas untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pemudik.

Mengapa demikian, karena pemerintah telah memprediksi bawa pada  puncak arus mudik lebaran 2018 yang diperkirakan terjadi pada tanggal 12 Juni 2018 (H-3) kendaraan yang melintas di Tol Cikarang Utama sebanyak 116.270 kendaraan atau naik 0,03% dari tahun 2017. Sedangkan puncak arus balik lebaran 2018 diprediksi terjadi pada tanggal 19 Juni 2018 (H+3) sebesar 109.632 kendaraan atau turun 3,9% dari tahun 2017.

Pada saat terjadi arus mudik maupun arus balik,  akan dikeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan terkait pemberlakuan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang sumbu 3 atau lebih dilaksanakan pada H-3 (12/6) pukul 00.00 sampai dengan H-1 (14/6) pukul 24.00. Sedangkan arus balik pada H+6 (22/6) pukul 00.00 sampai dengan H+8 (24/6) pukul 24.00.

Dirjen Peerhubungan Darat Budi Setiyadi disela-sela rapat persiapan penyelenggaraan angkutan lebaran di Tegal, Jawa Tengah, Jumat (6/4) mengatakan bahwa pembatasan operasional kendaraan barang ditentukan melalui proses masukan yang melibatkan dari seluruh stakeholder termasuk juga para pelaku usaha, sehingga ketentuan tersebut sudah mengakomodir semua kepentingan.

Budi menghimbau agar segala kebijakan dari Pemerintah Pusat terkait penanganan angkutan lebaran dapat dijalankan oleh Pemerintah Daerah dengan dukungan dari POLRI dalam pelaksanaannya. “Hal ini perlu dilaksanakan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan lalu lintas selama penyelenggaraan angkutan lebaran 2018 agar tercipta kondisi lalu lintas dan angkutan jalan yang tertib,  aman, nyaman, teratur, lancar dan selamat untuk masyarakat,” kata Budi.

Rapat persiapan penyelenggaraan angkutan lebaran ini turut juga dihadiri oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kalorlantas) Polri, Irjen Pol. Royke Lumowa, Kepala Biro Pembinaan dan Operasional Polri, Brigjen Pol. Imam Sugianto, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, dan Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Rahardjo. (PR/TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu