Satu Tahun Tragedi Lion Air PK-LQP, Keluarga Tabur Bunga di Tanjung Karawang

Satu Tahun Tragedi Lion Air PK-LQP,  Keluarga Tabur Bunga di Tanjung Karawang
Transportasi.co | Satu tahun berlalu sejak jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 di Perairan Tanjung Karawang. 

Kegiatan Tabur Bunga dilaksanakan  oleh Phak Lion Air untuk memperingati tragedi tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh para keluarga korban penumpang pesawat JT-610.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk mendoakan  serta memberikan  penghormatan kepada seluruh penumpang serta awak pesawat JT-610, beserta seluruh keluarga yang ditinggalkan. Kegiatan Tabur Bunga di Tanjung Karawang dilaksanakan  menggunakan  Kapal KRI Semarang-594 milik  TNI AL  yang berangkat  dari Dermaga JITC-2, Tanjung Priok. 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, menyampaikan rasa bela  sungkawa atas musibah yang terjadi  tepat satu tahun yang lalu   dan terus berupaya untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali dimasa yang akan datang .

"Kami, atas nama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, menyampaikan rasa bela sungkawa yang sedalam-dalam nya. Kami akan terus berupaya untuk memastikan kejadian  serupa  tidak terulang kembali  dimasa yang akan datang ," jelas Polana.

Peringatan satu tahun insiden jatuhnya Pesawat Lion Air PK-LQP yang dihadiri oleh keluarga/kerabat turut didampingi oleh pegawai dari Lion Air Group. Kegiatan ini juga dihadiri oleh petinggi Boeing dengan menyampaikan rasa turut bela sungkawa serta menyampaikan permohonan maaf nya secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan atas kecelakaan  jatuhnya Pesawat Boeing 737-Max 8, tepat satu tahun yang lalu.

Perwakilan Boeing, Ibrahim Senen, juga menyampaikan bahwa Boeing akan bertanggungjawab atas kecelakaan  yang terjadi satu tahun lalu dengan memberikan dana santunan  kepada ahli waris  dengan total sebesar US$ 50 juta. Dana santunan sifatnya  sukarela, tidak memiliki kewajiban  yang mengikat, dan tidak terkait dengan tuntutan lainnya.  

Masing-masing keluarga sebagai ahli waris akan mendapatkan dana sejumlah US$ 114.500,  saat ini sudah diterimakan kepada 25 ahli waris, 40 masih dalam tahap proses pembayaran, sekitar 120  proses pemenuhan dokumen persyaratan sebagai ahli waris , diinformasikan pula bahwa batas waktu penyerahan dokumen data dukung ahli waris paling lambat diterima oleh perwakilan Dana santunan Boeing pada 31 Desember 2019. 

"Dengan segala kerendahan hati kami, Boeing akan melakukan halnya sebaik mungkin untuk meminta maaf kepada keluarga korban dengan memberikan dana yang sudah kami siapkan, meskipun uang tidak dapat menggantikan keluarga yang ditinggalkan" jelas Ibrahim.

Sebelumnya, Pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Jakarta - Pangkal Pinang jatuh di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, dengan membawa 182 penumpang dan 7 awak kabin, tepat pada tahun lalu, 29 Oktober 2019. (MAH)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu