SIA Group Terus Alami Tren Kenaikan Penumpang

SIA Group Terus Alami Tren Kenaikan Penumpang
Transportasi | Kinerja SIA Group, yang membawahi beberapa maskapai Singapura Airlines, SilkAir, Scoot, dan Singapore Airlines (Kargo), terus mengalami tren kenaikan yang positif. Pada  Agustus 2018, tingkat keterisian penumpang SIA Group meningkat sebesar 4,3 poin persentase menjadi 85,2%.

 

Sistem angkutan penumpang (diukur dalam pendapatan dari sisi penumpang per kilometer) mengalami kenaikan sebesar 11,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, melebihi pertumbuhan kapasitas (diukur dalam kursi tersedia per kilometer) sebesar 6,1%.

 

Glory Henriette, Manager Public Relations, Singapore Airlines, dalam rilis tertulisnya menyampaikan,

tingkat keterisian penumpang Singapore Airlines meningkat sebesar 4,4% poin persentase menjadi 84,8%. “Sistem angkutan penumpang meningkat sebesar 8,9% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, berlawanan dengan adanya peningkatan kapasitas sebesar 3,2%. Tingkat keterisian penumpang mengalami peningkatan di seluruh wilayah yang disebabkan oleh arus balik dari liburan musim panas yang lebih kuat,” jelas dia.

 

 Sementara itu, lanjut Glory, sistem angkutan penumpang SilkAir mengalami peningkatan sebesar 8,8%, lebih tinggi dari pertumbuhan kapasitas sebesar 3,9%. “Hal tersebut menyebabkan tingkat keterisian penumpang juga mengalami peningkatan sebesar 3,6 poin persentase menjadi 79,4%. Tingkat keterisian penumpang meningkat di seluruh wilayah rute penerbangan,” ujar dia.

 

 Sedangkan untuk Scoot, lajut dia,  tercatat pertumbuhan pada sistem angkutan penumpang sebesar 23,5%, yang melebihi ekspansi kapasitas sebesar 18,7%. Oleh karena itu, tingkat keterisian penumpang meningkat sebesar 3,5 poin persentase menjadi 88,3%. “Tingkat keterisian penumpang di seluruh wilayah meningkat karena adanya permintaan yang melebihi perubahan kapasitas. Selain itu, peningkatan juga terus dialami pada beberapa rute tertentu menuju Asia Utara, India, Vietnam, dan Australia,” kata Glory.

 

Untuk angkutan kargo, Glory menjelaskan,  tingkat keterisian kargo menurun sebesar 0,3 poin persentase, sebagaimana juga liintas kargo (diukur dalam kilometer-ton-angkutan) meningkat sebesar 0,9%. Hal tersebut sejalan dengan pertumbuhan pada kapasitas kargo sebesar 1,4%. “Tingkat keterisian kargo mengalami peningkatan di sebagian besar wilayah, kecuali Amerika dan Pasifik Barat Daya, dikarenakan adanya permintaan yang tidak dapat mengimbangi perubahan kapasitas,” tandas dia. (TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu