Siap-siap, Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran Segera Beroperasi

Siap-siap, Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran Segera Beroperasi
PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) tengah menyelesaikan proyek pembangunan Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran. (Dok. bumn.go.id)

Transportasi.co | PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau Jasa Marga, terus berkomitmen untuk merajut akses antar wilayah di Indonesia melalui pembangunan infrastruktur jalan tol. Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan pelat merah di bidang jalan tol ini, melalui kelompok usahanya PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC), saat ini tengah mengebut penyelesaian pembangunan Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran, meski dihadapkan pada tantangan pandemi  Covid-19.

 

Bahkan, PT JKC merasa optimis jalan tol tersebut dapat segera rampung dan beroperasi dalam waktu tidak lama lagi. Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran masuk ke dalam jaringan Jalan Tol JORR II yang memiliki panjang keseluruhan 14,19 Km.

 

Jalan tol ini terbagi menjadi empat Seksi, yaitu Seksi I Simpang Susun Kunciran- Underpass Tirtayasa (2,04 Km), Seksi II Underpass Tirtayasa-Underpass Benteng Betawi (3,52 Km), Seksi III Underpass Benteng Betawi-Underpass Husein Sastranegara (6,57 Km), dan Seksi IV Underpass Husein Sastranegara-Simpang Susun Benda (2,06 Km).

 

Direktur Utama PT JKC Agung Widodo,  mengatakan, hingga 14 Februari 2021, pembangunan konstruksi atau fisik Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran mencapai progress 93,06%, sedangkan pembebasan lahannya  telah mencapai 97,59%.

 

 “Setelah pembangunan konstruksi nanti selesai, selanjutnya kami akan menjalani tahap uji laik dan fungsi untuk jalan tol ini yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bila lulus, jalan tol ini baru akan beroperasi. Kami optimis, jalan tol ini akan beroperasi dalam waktu dekat,” jelas Agung, seperti dikutip dari laman bumn.go.id, Kamis (18/2/2021).

 

Menurut dia, pihaknya melihat antusiasme masyarakat yang tinggal di Kota Tangerang dan sekitarnya yang sangat menantikan kehadiran jalan tol ini, terutama karena akan menjadi akses baru menuju Bandara Soekarno Hatta.

 

“Tidak hanya itu, jalan tol ini akan terhubung dengan Jalan Tol Kunciran-Serpong yang sudah beroperasi dan diresmikan oleh Presiden Jokowi sejak Desember 2019 lalu. Ruas ini juga akan terhubung dengan Jalan Tol Cinere-Serpong yang akan selesai konstruksi dalam waktu dekat,” jelas dia.

 

Sebagai infomasi, Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran akan memiliki total 5 Gerbang Tol (GT), yakni GT Kunciran, GT Tirtayasa, GT Buaran Indah, GT Tanah Tinggi, dan GT Husein Sastranegara. Selain itu, jalan tol ini dilengkapi dengan 2 simpang susun, yakni Simpang Susun Kunciran, dan Simpang Susun Benda di Cengkareng.

 

Terkait tantangan pandemi Covid-19, Agung menjelaskan, PT JKC tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebagai mitigasi risiko di tengah pandemi Covid-19 dalam pembangunan Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran. “Langkah yang kami lakukan dalam upaya melakukan pencegahan dan mengurangi resiko terhadap pandemi Covid-19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan untuk seluruh petugas, mengukur suhu tubuh secara rutin bagi semua orang yang berada di lingkungan proyek, menerapkan prinsip physical distancing, serta menyemprotkan disinfektan pada sarana dan prasarana kantor dan lapangan,” tutur Agung.

 

Dalam memberikan pelayanan prima, PT JKC juga berfokus pada sisi keselamatan dan kenyaman pengguna jalan tol tersebut. “Kami telah bersinergi dengan PT Jasamarga Tollroad Operator yang akan mengoperasikan pelayanan lalu lintas lainnya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, seperti 2 unit Patroli Jalan Raya (PJR), 2 unit Mobile Customer Service (MCS), 1 unit Rescue, 1 unit Ambulance, serta 2 unit Derek,” pungkas Agung. (TS/bumn.go.id)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu