Soal Tagar Pecat Budi Karya, pengamat “Salah Menhub Di Mana?”

Soal Tagar Pecat Budi Karya, pengamat “Salah Menhub Di Mana?”
Transportasi.co | Pembahasan mengenai naiknya tarif tiket pesawat beberapa bulan belakangan masih menjadi sorotan di kalangan segelintir masyarakat. Kementerian Perhubungan RI dianggap sebagai institusi yang paling bertanggung jawab atas naiknya tarif tiket pesawat tersebut. 

Bahkan, Menhub Budi Karya sempat ramai dibicarakan warga net dengan melambungnya tagar di sosial media bertajuk #PecatBudiKarya. Dalam pantauan, beberapa cuitan kerap menyoroti tingginya tarif tiket pesawat dan meminta pertanggung jawaban Menhub untuk menurunkan kembali tarif tersebut. 

Perihal tagar tersebut, Budi Karya memberikan respon singkat saat ditemui seusai memberi kuliah umum di Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel, Kelapa Gading, “Saya hanya ingin kerja, kerja, kerja," ujar Budi Karya, Kamis, (9/5). Pihaknya mengaku masih terus berembuk bersama pihak terkait.

Sementara itu, di hari yang sama, Menhub dipanggil Presiden Jokowi ke Istana, Kamis (9/5), untuk membahas soal mudik Lebaran 2019. Dalma pertemuan itu, Menhub mengakui bahwa Presiden Jokowi sempat membahas soal tarif pesawat, "Tiket disuruh bahas bersama Pak Menko hari Senin. Itu range di situ (turun 15 persen), difinalkan hari Senin," ucap Budi, di Istana Kepresidenn Jakarta, Kamis (9/5).

Di sisi lain, Pengamat Penerbangan, Alvin Lie, mengatakan terkait pemecatan Menteri sepenuhnya kewenangan Presiden, namun harus didukung dengan fakta-fakta yang kuat. “Ombudsman mencermati fenomena sosial sebagai bahan awal, namun selalu konfirmasi dengan menggunakan kanal informasi yang sah dan akuntabel untuk menentukan langkah lebih lanjut.” Ujar Alvin saat dihubungi tim Transportasi Indonesia baru-baru ini. 

“Ombudsman tidak akan gegabah. Apalagi terkait tuntutan memecat Menteri. Itu sepenuhnya kewenangan Presiden dan harus didukung oleh fakta-fakta yang kuat. Bukan sekadar persepsi atau opini informal,” lanjut Alvin. 

Alvin juga menjelaskan, penetapan koridor Tarif Batas Bawah (TBB) dan Tarif Batas Atas (TBA) merupakan batasan harga tiket wajar, “Dengan rentang yang cukup lebar untuk memungkinkan airlines fleksibel mengatur harga tiketnya sesuai kondisi pasar,” katanya.

Lanjut dia, “Perlu diketahui, (TBB) sudah berlaku sejak 2016 dan TBA belum pernah berubah walau nilai Rupiah saat ini sudah jauh di atas nilai Rupiah di tahun 2016. Hal ini yg membuat harga tiket nongkrong pada kisaran Batas Atas, namun tetap tidak melanggar peraturan. Lantas di mana salahnya Menhub?” jelas Alvin. (MAH)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu