Ssst, Rusia Punya Taksi Lapis Baja

Ssst, Rusia Punya Taksi Lapis Baja
Transportasi | Di tengah meriahnya perhelatan ajang sepak bola Piala Dunia 2018 yang dihelat di Rusia, ternyata ada sisi yang menarik yang saying untuk dilewatkan begitu saja, yaitu di sektor moda angkutan darat. Di negara dengan sebutan “Beruang Merah” tersebut, ternyata memiliki taksi lapis baja.

Memang terdengar nyeleneh, seperti yang diberitakan Ruply, yang diberikan detikcom, memiliki armada taksi dengan kendaraan anti-peluru. Kendaraan tempur ini bertipe BRDM APC (Combat Command and Reconnaissance Vehicle) telah ada sejak tahun 2014 lalu, sebagai taksi umum.

Di awal keberadaanya, sempat pemerintah kota menolak memberikan izin. Kampanye permohonan lisensi yang amat panjang tersebut, akhirnya membuahkan hasil meskipundengan dengan catatan kondisi tertentu. Dimana kendaraan tempur tersebut, harus di modifikasi menjadi lebih sipil dan senjata mesin serbu harus di nonaktifkan.

Warna merah disematkan, sedikit berbeda dengan taksi kebanyakan yang menggunakan warna kuning. Pasalnya, selain dapat digunakan sebagai taksi, pihak BRDM juga memfungsi sebagai kendaraan pemadam kebakaran. Tentu saja, keberadaan taksi yang memiliki menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di sekitar jalanan St. Petersburg beberapa waktu lalu.

Selain itu juga, karena beratnya, taksi BRDM dilarang memasuki jalan-jalan tertentu di pusat bersejarah St. Petersburg. Untuk bisa mencoba berjalan-jalan dengan taksi ini, harus bayar. Harganya sebesar 5 ribu rubel atau sekitar Rp 1,6 juta untuk sekali naik.

Kelebihan dari kendaraan perang Uni Soviet ini mampu menempuh dan melintasi medan berat serta mampu melewati jalanan air sungai. Sejarahnya, BRDM-2 Combat Command dan Reconnaissance Vehicle diproduksi di Uni Soviet dari 1963 hingga 1989. Berbekal senapan mesin berat Vladimirov 14,5 mm dan senapan mesin tank Kalashnikov 7,62 mm, BRDM memiliki armor yang tidak mencukupi untuk pertempuran langsung. Kendaraan dikenal karena kemampuannya untuk berkendara di medan apa pun. (TS)

 



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu