Ssstt... Tarif Jalan Tol Bakal Naik Lagi !

Ssstt... Tarif Jalan Tol Bakal Naik Lagi !
Transportasi.co | Transportasi | Hingga akhir 2019, rencananya sejumlah ruas tol akan mengalami penyesuaian tarif. Penyesuaian tarif tak terhindarkan lantaran menjadi bagian dari skema pengembalian investasi yang disepakati dalam perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT). Jasa Marga selaku operator tol terbesar di Indonesia memegang ruas paling banyak yang bakal mengalami penyesuaian tarif.
 
Hal ini disampaikan Dwimawan Heru, Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, setidaknya ada lima ruas tol yang dioperasikan langsung oleh induk usaha yang akan mengalami penyesuaian tarif bulan ini. “Penyesuaian tarif kelima ruas tersebut telah diajukan ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR. Adapun kelima ruas tersebut adalah tol Jagorawi, dalam kota Jakarta, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Palikanci, dan Surabaya Gempol,” kata Dwimawan.
 
Lanjut dia, Belmera (Belawan-Medan-Tanjung Morawa), Palikanci (Palimanan-Kanci), Surgem (Surabaya-Gempol). Itu kan 2 tahun lalu (penyesuaian terakhir), November. “Kita sudah sampaikan surat permohonannya ke PUPR," ujarnya, seperti dikutip dari detik.com, Selasa (5/11/2019).
 
Sementara itu, untuk tol di area Jakarta, Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto memperkirakan jumlah kenaikan tarif akan ada di sekitar angka 6-7 persen. Hal tersebut sesuai dengan formula perhitungan kenaikan tarif yang memasukkan komponen besaran inflasi daerah operasional tol.
 
"Kayaknya sih naik sekitar 6-7 persen. Seharusnya mirip-mirip nggak jauh dari situ naiknya sesuai inflasi Jakarta," ucap Adri.
 
Selain kelima ruas tersebut, ada pula ruas-ruas yang dioperasikan anak usaha Jasa Marga yang secara aturan akan mengalami penyesuaian tarif. Salah satunya adalah tol Bali-Mandara yang terakhir kali disesuaikan tarifnya pada November 2017.
 
"Proses penyesuaian tarif tol sebenarnya proses yang sudah sewajarnya dilaksanakan. Karena memang ada aturannya di undang-undang dan ada di PPJT. Jadi bukan sesuatu yang luar biasa," kata Dwimawan.
 
Penyesuaian tarif diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Pengguna jalan tol dikenakan kewajiban membayar tarif yang ditetapkan untuk pengembalian investasi, pemeliharaan, dan pengembangan jalan tol.
 
Adapun tarif tol akan dihitung berdasarkan tiga hal, yakni kemampuan bayar pengguna jalan, besar keuntungan biaya operasi kendaraan (BKBOK) dan kelayakan investasi. Hal ini tertera di Pasal 48 ayat (1) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.
 
Evaluasi dan penyesuaian tarif tol akan dilakukan setiap dua tahun sekali oleh BPJT berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi sesuai dengan formula, tarif lama dikali 1 ditambah inflasi selama dua tahun terakhir. (TS)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu