Stena Line Gandeng Hitachi Hadirkan Platform Penghemat Bahan Bakar

Stena Line Gandeng Hitachi Hadirkan Platform Penghemat Bahan Bakar
Transportasi | Salah satu perusahaan kapal ferry terbesar di dunia, Stena Line mengadopsi platform kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) di salah satu kapal ferry miliknya, Scandinavica. Bahkan, kapal penumpang tersebut diklaim kapal pertama yang menggunakan teknologi AI. Pemasangan platform AI ini sendiri tidak lepas dari kemitraan yang mereka jalin dengan perusahaan teknologi asal Jepang, Hitachi.
 

Penggunaan platform AI, seperti yang dikutip dari edie.net (11/9/2018) melalui kabarpenumpang.com, akan mensimulasikan beberapa skenario rute sebelum pada akhirnya menyarankan rute yang dinilai paling efisien. Dalam hal ini, efisien yang dimaksud adalah hemat penggunaan bahan bakar. Selain itu, ada beberapa faktor juga yang dipertimbangkan oleh platform AI ini, seperti arus, kondisi cuaca, kedalaman air, dan juga kecepatan kapal ferry itu sendiri.

Scandinavica, kapal ferry yang dipasang platform AI ini sendiri rencananya akan mulai mengarung pada akhir tahun 2018 ini, dimana Scandinavica akan menghubungkan Gothenburg dan Kiel. Pihak Stena Line selaku operator mengaku, jika uji coba pelayaran ini berhasil maka tidak menutup kemungkinan mereka akan mengaplikasikan platform serupa pada rute penyebrangan lainnya.

Jan Sjöström, pakar senior Stena Scandinavica, menyatakan platform AI membantu perencanaan perjalanan, menangani kapal di tempat yang aman, dan pada saat yang bersamaan, platform akan menunjukkan keahliannya, yaitu menghemat penggunaan bahan bakar. “Penggunaan platform ini merupakan bagian dari target Stena Line yang ingin mengurangi konsumsi bahan bakarnya senilai 2,5 persen setiap tahunnya,” ujar Jan Sjöström.

Ke depan, rencananya Stena Line akan menggunakan platform serupa untuk mempraktikkan pengendalian kapal. Bukan untuk menggantikan peran dari nakhoda atau perwira tinggi lainnya, melainkan untuk mendukung sistem pengambilan keputusan terbaik – yang pada akhirnya akan mengarah pada efisiensi bahan bakar, dimana manusia masih belum bisa mengambil keputusan semacam ini. (TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu