Infrastruktur
Trending

Transportasi Pedesaan Perlu Perhatian

Transportasi Pedesaan Perlu Perhatian

Transportasi.co | Proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung (KCJB) masih jadi perbincangan. Nada-nada minor menyeruak pasca diputuskannya bahwa proyek mercusuar ini menggunakan dana APBN. Bukan soal itu saja, proyek ini juga dipersoalkan karena dianggap sebagai proyek “kentang” alias nanggung. Pasalnya Kota Bandung bukan dijadikan sebagai tujuan akhir perjalanan KCJB ini. Seperti diketahui bahwa tujuan akhir dari trayek KCJB ini berujung di daerah Tegalluar, Kabupaten Bandung.

Terlepas dari kontroversi yang masih bergulir itu, Ketua Forum Transportasi Pedesaan Masyarakat Transportasi Indonesia Herlin Sukmarini justru melihat sisi positif dari proyek bernilai sekitar Rp114,24 triliun ini. Dalam perspektif ekonomi pedesaan, menurut Herlin, proyek KCJB ini akan memberikan manfaat. “Apalagi dalam konteks pembangunan koridor cepat-tumbuh (fast growing) Jakarta-Karawang-Bandung. Lalu dari perspektif ekonomi perdesaan, konektivitas biasanya akan memicu pertumbuhan suatu wilayah, tak terkecuali di perdesaan,” ujarnya.

Kereta Cepat Jakarta Bandung akan melintasi sembilan kota dan kabupaten di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat. Dengan stasiun keberangkatan sekaligus kedatangan berada di wilayah Jakarta, yakni melalui Stasiun Halim, kemudian melintasi Stasiun Karawang, Stasiun Hub Padalarang dan berakhir di Stasiun Tegalluar. “Pada koridor fast growing tersebut, Stasiun Tegalluar nantinya juga akan membangkitkan akses di Bandung Timur. Harapannya juga dapat menjadi multiplier effect di wilayah-wilayah,” kata Herlin.

Herlin ingin mengajak masyarakat untuk berpikir positif terkait proyek ini. Sebab menurutnya, sistem transportasi di daerah perdesaan juga perlu mendapat perhatian. Ia menilai perlunya transportasi pedesaan dibangun dan dipadukan dengan transportasi perkotaan melalui pendekatan transportasi pedesaan yang menekankan pada pembangunan jalan desa dan motorisasi kendaraan pedesaan.

Saat ini progress pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sudah mencapai lebih dari 79 persen. Adapun PMN yang akan dialokasikan Pemerintah untuk proyek ini sebesar Rp4,3 triliun. Dana itu akan dipakai untuk membayar base equity capital atau kewajiban modal dasar dari konsorsium.

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button