Waduh, Tiga Penumpang KRL Positif Corona-19

Waduh, Tiga Penumpang KRL Positif Corona-19
Transportasi.co | Gubernur Jawa Barat Muhammad Ridwan Kamil dalam unggahan di Twitter resminya mengungkapkan tiga dari 325 penumpang KRL Bogor-Jakarta positif Covid-19, Minggu (3/5/2020). Pria yang akrab disapa Kang Emil ini, menuliskan 3 positif Covid-19 dari 325 penumpang KRL Bogor-Jakarta yang kami sampling dengan test swab PCR. Lanjut dia, hasil itu menunjukkan KRL yang masih padat bisa menjadi transportasi orang tanpa gejala (OTG) pembawa virus corona baru penyebab Covid-19. Ia bahkan bilang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bisa gagal. "Sudah dilaporkan ke gugus tugas pusat & Kemenhub. Semoga ada respons terukur dari pihak operator KRL," tulisnya.

Seperti diketahui, Pemprov Jabar akan mulai menerapkan PSBB skala provinsi pada Rabu (6/5/2020). Ia akan melengkapi PSBB yang sudah diterapkan di Bodebek dan Bandung Raya. Sebelum penerapan PSBB Bodebek periode I, Kang Emil dan para kepala daerah sempat meminta kepada pemerintah pusat untuk menghentikan operasional KRL Jabodetabek. Namun, permintaan itu tidak disetujui Kementerian Perhubungan. Sehubungan dengan hal tersebut, VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba menegaskan, hasil itu diketahui usai dilakukan tes swab PCR di Stasiun Bogor pada 27 April lalu terhadap sampel 325 orang pengguna KRL. "Hasilnya sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat yaitu ditemukan 3 orang atau kurang dari 1% dari pengguna yang dites hasilnya positif," ujarnya saat memberikan keterangan, Senin (4/5/20).

Dia menyebut, 3 orang ini terindikasi sebagai orang tanpa gejala (OTG). Artinya, sebelum mereka tidak pernah mengetahui bahwa mereka positif COVID-19. "Penyebaran virus ini sendiri dapat terjadi dimanapun, termasuk di lokasi kerja, di pasar-pasar, maupun kemungkinan lokasi lainnya yang didatangi para pengguna," ujarnya.

Anne mengklaim, selama ini PT KCI tetap melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memerangi virus tersebut dengan cek suhu tubuh, wastafel di stasiun dan wajib menggunakan masker dan aturan lainnya. "Meski persentasenya sangat rendah, kami tetap berupaya meningkatkan berbagai upaya pencegahan terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan prokotol pencegahan COVID-19 di transportasi publik, physical distancing, dan mengendalikan kepadatan pengguna di KRL," tandas dia.

Dia menambahkan, untuk semakin meningkatkan kedisiplinan maka mulai Senin 4 Mei 2020 bila masih terdapat kereta yang melebihi kapasitas, ditandai dengan pengguna duduk maupun berdiri tidak sesuai marka yang ada, maka kereta tidak akan diberangkatkan kembali hingga para pengguna mengikuti aturan kapasitas maksimum sejumlah 60 orang per kereta.  "Untuk mengendalikan kepadatan ini, diperlukan kepedulian masyarakat dalam menggunakan KRL. Jam masuk dan pulang kerja yang bersamaan memang jadi tantangan, namun kami mengajak para pengguna untuk tetap bersabar menunggu KRL yang kosong agar tetap menjaga physical distancing," pungkas Anne. (TS)




 



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu