Infrastruktur
Trending

Wajah Baru Stasiun Pondok Ranji untuk Peningkatan Pelayanan

Wajah Baru Stasiun Pondok Ranji untuk Peningkatan Pelayanan
Dok. Istimewa

Transportasi.co | Masyarakat sudah dapat menikmati Stasiun Pondok Ranji yang kini memiliki wajah baru dan berbagai peningkatan fasilitas. Hal tersebut dikarenakan pada Pada Kamis (16/6) telah dilaksanakan Peresmian Peningkatan Aksesibilitas dan Penataan Stasiun Pondok Ranji oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Erick Thohir yang didampingi oleh Komisaris Utama KAI Said Aqil Siroj, serta Direktur Utama PT Jaya Real Property Trisna Muliadi beserta masing-masing jajarannya.

 

Penataan ini merupakan kerjasama antara Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, KAI, dan JRP dimana groundbreaking telah dilakukan pada 10 Agustus 2020 lalu. Melalui kolaborasi ini maka penataan Stasiun Pondok Ranji dapat dirampungkan.

 

“Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui peningkatan layanan kereta api," kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.

 

Penataan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat, karena akses Stasiun Pondok Ranji yang sebelumnya hanya melalui Jl. WR Supratman kerap menjadi sebuah simpul kemacetan di pagi dan sore hari. Kini, Stasiun Pondok Ranji memiliki akses baru melalui kawasan Bintaro Creative Village yang lebih luas dan nyaman. Dengan dibukanya akses tersebut, masyarakat dapat lebih cepat untuk mengakses Stasiun Pondok Ranji dari kawasan perumahan dimana sebelumnya masyarakat harus memutar lebih jauh terlebih dahulu.

 

Adapun lingkup penataan dan pembangunan akses Stasiun Pondok Ranji meliputi renovasi bangunan stasiun, penambahan gedung parkir, dan pembangunan akses baru Stasiun Pondok Ranji. Pada akses baru Stasiun Pondok Ranji telah tersedia fasilitas eskalator, lift, tangga musala, ruang laktasi, toilet difabel, loket, vending machine, area parkir, dan halte Bus Intrans.

 

"Akses baru Stasiun Pondok Ranji tersebut sudah mulai diujicobakan sejak 7 Juni 2022. Rata-rata sebanyak 370 pengguna KRL perhari yang sudah menggunakan akses baru tersebut. Pengguna KRL merasa sangat terbantu dengan adanya akses baru Stasiun Pondok Ranji tersebut,” kata Didiek.

 

Sementara penataan pada bangunan lama Stasiun Pondok Ranji di antaranya berupa peremajaan gedung, penataan area komersial, penataan area parkir, dan penataan gate stasiun. Hal ini membuat pengguna KRL dapat menikmati hall stasiun yang lebih luas, area parkir mobil, motor, dan sepeda yang lebih rapi dan kapasitasnya bertambah, dan selasar pejalan kaki yang berkanopi.

 

Penataan Stasiun Pondok Ranji juga dilakukan untuk menjadikan stasiun ramah bagi penyandang disabilitas. Berbagai fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas di antaranya yaitu toilet khusus difabel, lift prioritas bagi difabel, dan guide block bagi penyandang tuna netra.

 

"KAI akan terus memberikan pelayanan terbaik serta mengembangkan layanannya dalam rangka mengajak masyarakat untuk dapat beralih untuk menggunakan transportasi massal kereta api yang aman dan nyaman," tutup Didiek.

 

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, peningkatan fasilitas publik di sisi aksesibilitas dan fasilitas diperlukan untuk mengurangi ketergantungan penggunaan kendaraan pribadi.

 

“Tidak mungkin transformasi BUMN bisa terjadi kalau tidak ada sinergisitas dari kementerian lain, dari pemerintah daerah, dan tentu dari masyarakatnya sendiri. Kami dari kementerian BUMN bersama KAI, kita terus meningkatkan fasilitas publik baik pelayanan maupun fasilitas transportasi secara menyeluruh. Sekarang kita tingkatkan yang namanya fasilitas tempat tinggal disekitar stasiun kereta api,” kata Erick Thohir.

 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, pemerintah terus mendorong kolaborasi pihak swasta untuk turut serta mengembangkan fasilitas angkutan massal dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Konsep yang menghubungkan kawasan permukiman dengan simpul transportasi yang memiliki fasilitas yang lengkap, menjadi pusat kegiatan masyarakat, dan juga memiliki integrasi antarmoda yang baik.

 

“Melalui pendanaan kreatif, kita ajak swasta, seperti di sini ada Jaya Property, di tempat lain ada BSD, dan swasta lainnya kami juga ajak, silahkan usulkan. Sehingga diharapkan titik-titik TOD bisa dikembangkan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tutur Menhub.

 

Direktur Utama PT Jaya Real Property Trisna Muliadi berharap dengan adanya akses baru stasiun Pondok Ranji dapat memberi manfaat yang lebih baik bagi masyarakat sekitar terutama para pengguna kereta api.

 

“JRP berterima kasih banyak atas dukungan Kemenhub, Kementerian BUMN, Pemda Tangsel, dan KAI dalam mewujudkan akses baru Stasiun Pondok Ranji yang merupakan wujud dari sebuah konsep TOD baru di Tangerang Selatan,” kata Direktur Utama JRP Trisna Muliadi.

 

Stasiun Pondok Ranji merupakan Stasiun yang melayani KRL rute Tanah Abang, Serpong, Parung Panjang, Maja dan Rangkasbitung dengan rata-rata volume penumpang harian sebanyak 10.892 pengguna per hari pada masa sebelum pandemi Covid-19 dan 6.237 pengguna per hari pada Juni 2022 ini. (*)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button